Bakal Terbongkar Tersangka Baru

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut), kembali melakukan penahanan, pada tersangka dugaan kasus korupsi menyalahgunakan wewenang pada proyek pemecah ombak dan penimbunan pantai, di Desa Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Rabu (15/11/2017). foto (hng)

Kasus Korupsi Pemecah Ombak Likupang

IndoBRITA, Manado—Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut), terus menelusuri aliaran dana  Rp8,8 miliar, yang menjadi kerugian Negara atas proyek pemecah ombak di Desa Likupang II Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara.

Bacaan Lainnya

Dalam penelusuran tersebut, penyidik andalan Mangihut Sinaga, diketahui akhirnya telah menetapkan tiga orang tersangka, masing-masing perempuan RT alias Rosa, lelaki SHS alias Steven dan RM alias Robby.

Pertanyaannya, apakah uang miliaran itu mengalir ke tiga tersangka. Kepala Kejati Sulut ketika dikonfirmasi awak media melalui KasiPenkum, Yonni Malaka justru belum bisa berkomentar lebih.

Baca juga:  Polres Minsel Kawal Pleno KPU Kabupaten, Kapolres : Mari kita Jaga Stabilitas Kamtibmas

Dirinya hanya dapat menjelaskan bahwa berkas ketiganya pasti segera ditembuskan ke Pengadilan, dan dari proses peradilan nanti bakal terungkap ke mana mengalir uang Rp8,8 miliar lebih itu.

“Terkait aliran dana korupsi pemecah ombak belum bisa disampaikan saat ini, nanti terungkap pada saat penuntutan di persidangan,” terang Malaka.

“Saat ini tim penyidik masih menyelesaikan perkara tersebut dan secepatnya limpahkan ke penuntutan,” sambungnya.

Seperti marak dalam pemberitaan media, kasus dugaan korupsi proyek pemecah ombak di Minut ini, kembali menghentak begitu penyidik Kejati Sulut melakukan penetapan tersangka dan penahanan terhadap tersangka Rosa dan Steven, Senin (6/11) lalu.

Dalam proses tersebut, ikut dibeberkan pula hasil perhitungan audit kerugian Negara sebesar Rp8,8 miliar lebih dari proyek pemecah ombak yang berbanderol Rp15 miliar, Tak hanya itu, Sinaga saat diwawancara awak media, telah memberi signal kalau kasus ini tidak hanya memiliki dua tersangka saja.

Baca juga:  Semi Final Maximus Cup, Girian Atas Tumbang Atas Tim Girian Permai

Dan itu terbukti, Rabu (15/11), saat penyidik menetapkan RM sebagai tersangka. Selain itu, turut diperoleh informasi peran atau posisi jabatan ketiga tersangka dalam proyek pemecah ombak ini. Dimana, tersangka Rosa selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), tersangka Steven selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan tersangka RM selaku kontraktor.

Sedangkan, untuk landasan hukum menjerat pidana ketiga tersangka, penyidik telah bersandar pada Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999, juncto Pasal 55 KUHPidana. (hng)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *