Soal Pupuk, Petani Luar Poktan Mengeluh

  • Whatsapp
Jan Sinaulan

indoBRITA, Minut—Sejumlah para petani yang tidak masuk dalam kelompok tani (Poktan), sampai saat ini masih sangat merasakan kelangkaan pupuk. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pertanian Ir Jan Sinaulan, dimana sampai saat ini, kelangkaan pupuk masih terjadi bagi para petani diluar Poktan yang ada di Minahasa Utara (Minut).

“Untuk cadangan pupuk yang saat ini masih tersedia, tidak mencukupi untuk para petani yang tidak masuk dalam Poktan. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan bagi produk hasilan pertanian bagi Kabupaten Minut. Akibatnya, kita masih menerima sejumlah keluhan soal pupuk ini. Ini dikarenakan, petani yang tidak tergabung harus membeli pupuk di toko yang non subsidi dengan harga mahal,” tutur Sinaulan, Jumat (17/11/2017).

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Pasla Sebut Tidak Terjadi Kelangkaan Pupuk di Minsel

Namun demikian, menurut Sinaulan, sebisa mungkin pihaknya akan mengupayakan, agar masalah ini tidak berlarut-larut sehingga mengganggu produksi pertanian di Minut, yang dampaknya juga bisa berpengaruh ke masyarakat nantinya.

“Pupuk masih ada, namun itu diperuntukkan bagi Poktan, sehingga petani diluar Poktan menjerit karena sangat sulit mendapat pupuk. Jika kondisi ini tidak secepatnya diselesaikan, maka bisa saja terjadi penurunan produk pertanian Minut,” terang Sinaulan.

Dijelaskan Sinaulan, walau persediaan masih ada, tapi untuk pemberian pupuk bagi Poktan juga terbatas dan tidak semuanya mendapat pembagian. Ini dikarenakan Poktan di Minut sudah sangat banyak.

Baca juga:  Bidang Akuntasi Minut Gelar Bimtek Penyusunan Laporan Keuangan

“Makanya tidak semua yang kita berikan pupuk bersubsidi. Kita harus melakukan pendataan secara akurat, mana Poktan yang benar-benar memenuhi kriteria untuk mendapatkan pupuk. Kita tidak bisa memberi begitu saja tanpa harus melakukan pengecekan kebutuhan atau rencana kerja di setiap Poktan,” terang Sinaulan.

Mengenai hal tersebut, Wakil Bupati Minut Ir Joppi lengkong, meminta Dinas Pertanian untuk sebisa mungkin membagi penerimaan jatah di Poktan. “Itu tentu sesuai dengan kebutuhan, agar supaya pupuk subsidi juga bisa diberikan kepada petani diluar dari Poktan,” tegas Lengkong.(Rus)

Pos terkait