Populis karena Program Pro Rakyat

  • Whatsapp
Marthin Tombeng (foto: marthin fb)

KEPALA Desa atau Hukum Tua terpopulis disematkan Forum Pemantau Pembangunan Pedesaan (FP3) kepada Marthin Tombeng. Penyematan non formil ini melalui hasil pantauan lapangan FP3 dan pendapat berbagai kalangan tentang kinerja serta tingkat kecintaan masyarakat terhadap para Hukum Tua di semua desa di Sulut.

“Pak Marthin Tombeng yang sehari-hari menjabat Hukum Tua Kaima, Kecamatan Romboken, tak hanya dikenal masyarakat di desa yang dipimpinnya, tapi juga berbagai kalangan. Juru warta, aktivis, pemerhati, kalangan eksekutif dan lainnya mengenal cukup baik Pak Marthin. Dia hukum tua paling dikenal banyak elemen,” kata Ketua FP3 Sulut, Jandry Kandores kepada wartawan di Manado, Sabtu (18/11/2017).

Kades Kaima Marthin Tombeng dan anak, Deby Tombeng (foto: marthin fb)

Jandry menuturkan timnya beberapa bulan belakangan turun di sejumlah desa untuk melihat pembangunan, khususnya pengelolaan dana desa. Dari pantauan yang dilakukan. FP3 berkesimpulan kalau apa yang dilakukan Marthin Tombeng di Desa Kaima cukup baik. “Dia populis karena program pro rakyat. Dia memanfaatkan dan mengelola dana dengan baik untuk perbaikan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

FP3 juga menyebut pemanfaatan dana desa di Sulut sejauh ini berjalan baik. “Pengawasan instansi terkait dan pendamping lokal desa atau PKL harus dimaksimalkan. Kami FP3 juga siap selalu memberikan sumbang saran untuk mempercepat pemerataan di wilayah pedesaan,” kata Jandry.

Baca juga:  Sederhana dan Rendah Hati Membuat RR-RD Diidolakan Pemilih Pemula

Lantas apa tanggapan Marthin atas sebutan Kumtua terpopulis tersebut? Didampingi Deby Tombeng, sang anak tercinta, Marthin mengaku terbeban sekaligus tertantang untuk terus memberikan yang terbaik buat masyarakat.

“Banyak Kumtua yang juga bagus dan lebih baik dari saya. Tapi, terima kasih buat Pak Jandry Kandores dan pengurus FP3,” kata Marthin.

Marthin Tombeng dan warga Kaima (foto: marthin fb)

Ia kemudian bercerita soal tugas sehari-harinya sebagai Kumtua Kaima. Ia bersyukur karena semua kelompok, seluruh warga memberikan sokongan.

Berbagai program pembangunan yang ia rancang mulai memperlihatkan hasil karena dukungan semua elemen. Bantuan dana desa dari pemerintah juga ia pergunakan sebaik mungkin untuk perbaikan infrastruktur, fasilitas dan kesejahteraan  warga Kaima.

“Dana desa itu harus dimaksimalkan. Pemanfaatan dana desa dengan baik pasti berimbas baik untuk kemajuan desa dan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Marthin menilai kebijakan Presiden Jokowi memberikan stimulan untuk semua desa dan semangat Nawa Cita membangun pinggiran akan mempercepat pemerataan pembangunan.  “Pak Gubernur Olly Dondokambey dan Pak Wakil Gubernur Steven Kandouw serta Pak Bupati Jantje Wowoling Sajouw dan Pak Wakil Bupati Ivan Sarundajang juga  sangat memerhatikan pemerataan pembangunan. Kami memberikan apresiasi,”  katanya.

Baca juga:  DPO Selama Dua Bulan, Pelaku Pengancaman dengan Sajam Akhirnya Dibekuk

Termotivasi dari semangat membangun dari pinggiran itu, Marthin akan membangun Desa Kaima dengan penuh hati. Ia akan selalu melayani warganya dengan tulus dan merangkul semua kelompok.

“Tak ada sekat, Kumtua sangat dekat dengan semua warga. Kami mensupport kepemimpinannya,” ujar salah satu warga Desa Kaima.

Warga juga mengapresiasi upaya Kumtua membina dan menjaga kebersamaan sehingga toleransi antarumat beragama di Kaima sangat baik. “Desa Kaima ini walaupun kecil namun sikap saling menghargai antarsesama penganut agama sangat baik,” ucap Anky, warga lainnya.

Ia mencontohkan saat ada satu agama membuat suatu acara, agama yang lain ikut menjaga keamanannya. “Kumtua selalu mengingatkan masyarakatnya agar selalu menjaga kerukunan yang telah tercipta sejak lama,” ujarnya. (adm)

Pos terkait