Terancam Punah, BKIPM dan SKIPM Gelar Pelepasliaran Kepiting Kenari

BKIPM dan SKIPM Gelar Pelepasliaran Kepiting Kenari di Pulau Sara Kabupaten Talaud. (Foto: Ist)

indoBRITA,Sangihe – Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Manado bersama Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu Dan Hasil Perikanan (SKIPM) Tahuna menggelar pelepasliaran Kepiting Kenari (Birgus Latro) di pulau Sara Kabupaten Kepulauan Talaud, Selasa (21/11/17)

16 ekor Kepiting Kenari yang biasa disebut Ketam Kenari ini, keberadaanya hampir punah dan termasuk hewan dilindungi ini, ditemukan saat hendak diperjual belikan di Pelabuhan Laut Manado yang dikirim dari Kepulauan Marore pada (11/11/17) lalu melalui seorang perempuan berisial R.

selanjutnya pemilik barang tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku sebagaimana Undang- Undang nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, Undang-undang nomor 16 Tahun 1992 tentang karantina ikan, hewan dan tumbuhan serta Peraturan Pemerintah (PP) nomor 17 Tahun 1999 tentang pengawetan tumbuhan.

Baca juga:  Kejahatan Konvensional di Sulut Turun 15,9 Persen di Tahun 2020, Ini Harapan Kapolda di Tahun yang Baru

Kepala SKIPM Tahuna Geric H B P Lumiu Kepada awak media menjelaskan, demi menjaga kelestarian Ketam Kenari yang sudah mulai terancam punah di wilayah Sulawesi Utara khususnya Kabupaten Sangihe dan Talaud sehingga diputuskan dilakukan pelepasliaran di pulau Sara yang notabene habitat dan merupakan destinasi wisata.

“Seperti diketahui bersama, kepiting kenari ini merupakan hewan yang dilindungi yang terancam punah karena terus diburu untuk dikomsumsi khususnya di wilayah kita sehingga populasinya menurun drastis. Sehingga dengan adanya kegiatan pelepasaliaran ini kami berharap semoga dapat membantu dan menjaga melestarikan satwa ini dari kepunahan,” ujar pria murah senyum ini.
Terkait dipilihnya Pulau Sara sebagai lokasi pelepasliaran, disebutkan bahwa pertimbangan kondisi hewan tersebut yang kritis.
“Kami mempertimbangkan jarak dari Manado sehingga kami mengambil kesimpulan pulau Sara menjadi lokasi pelepasaliaran karena ke Marore terlalu jauh mengingat, kondisi hewan itu sendiri. sebab dari 16 ekor yang ditemukan, 3 ekor diantaranya telah mati.

Baca juga:  Gaghana Minta Disiplin dan Komitmen Ditingkatkan

Selain itu juga menurut dia, pulau Sara adalah destinasi wisata yang didalamnya juga ada kepiting kenari menjadi salah satu spesies yang hidup di pulau tersebut.(nty)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *