Hampir Punah, Disbudpar Minut Gaungkan Kembali Tarian Lili Royor

  • Whatsapp
TARIAN Lili Royor keberadaannya terus diperhatikan. Nampak Kadisbudpar Minut Theodora Luntungan kerap terlihat tuun langsung ikut menari dalam setiap kegiatan yang diadakan Pemkab Minut.(foto: boy)

indoBRITA, Minut – Tarian adat Lili Royor yang merupakan salah satu kebudayaan yang ada di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), saat ini mulai tergerus waktu dan ditelan perkembangan zaman.

Untuk itu pemerintah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Minut, terus berupaya menghidupkan kembali tarian Lili Royor tersebut.

Bacaan Lainnya

Hal ini dikatakan Kepala Disbudpar Minut Theodora Luntungan, Rabu 22/11/2017, jika tarian Lili Royor menjadi perhatian utama, karena perlahan mulai hilang di masyarakat.

Baca juga:  Bupati CEP Hadiri Rapat Paripurna Melalui Vidcon Terkait LPJ APBD 2019

“Tarian ini merupakan salah satu kebudayaan yang patut dipertahankan. Karena dari sejarahnya, tarian Lili Royor cuma hanya ada di tanah Tonsea ini sehingga kami dari Disbudpar menaruh perhatian penuh untuk kembali melestarikan tarian ini,” tutur Luntungan.

Dijelaskan Luntungan, saat ini tarian Lili Royor sudah ada dibeberapa lokasi Kecamatan Kauditan yang diisi oleh Lanjut usia (Lansia).

“Dalam tahap ini kita masih konsentrasikan kepada Lansia. Sementara untuk yang muda masih sedikit dan itu pun terkadang hanya diambil dari siswa sekolah, khususnya Sekolah Dasar,” terang Luntungan.

Keseriusan Disbudpar Minut sangat terlihat, usai memberikan penghargaan kepada salah satu kelompok tari dari Desa Kaasar Kecamatan Kauditan, sebagai sanggar tari terbaik yang mau mempertahankan adat budaya seperti tari Lili Royor.

Baca juga:  Sidak Polsek Tomohon Utara, Ini Pesan Kapolda Sulut Terhadap Anggota

Salah satu Ketua Dewan Adat Desa Kaima Kecamatan Kauditan Adolf Mawuntu mengatakan, desa-desa yang mulai mengembangkan tarian Lili Royor masing-masing Desa Kaima, Tumaluntung, Kaasar.

“Dari desa-desa tersebut, kemudain dibagi lagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang mulai berkembang. Untuk itu saya berharap pemerintah tak bosan memperhatikan budaya tarian ini, agar kedepannya banyak generasi muda yang bisa melanjutkan perkembangan tarian Lili Royor agar tidak punah,” tutup Mawuntu.(Rus)

Pos terkait