Dihina di FB, Kepsek SD 1 Airmadidi Tempuh Jalur Hukum

  • Whatsapp
SALAH satu tulisan tangan salah seorang murid SD 1 Airmadidi, yang diduga sudah ditukangi oleh mantan guru mereka yang dipindahkan tugas.(foto: ist)

indoBRITA, Minut – Permasalahan pergantian Kepala sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar (SD) 1 Airmadidi, pada bulan Juli 2017 lalu, akhirnya harus bermuara ke Polres Minahasa Utara (Minut).

Pasalnya, Kepsek pengganti Redyana Panebaren SPd sejak memegang jabatan tersebut, terus mendapat hinaan melalui Media sosial (Medsos) Facebook (FB) salah satu mantan oknum guru yang pernah bertugas di SD 1 Airmadidi.

Bacaan Lainnya

“Adanya masalah di sekolah itu sudah beredar ke masyarakat sekitar. Saya disini sebagai korban, jadi saya melaporkan ini ke kepolisian. Saya seakan dihina dalam di Medsos facebook milik dari salah satu oknum guru yang pernah bertugas di sekolah ini dalam postingannya pada Jumat pekan lalu. Sebentar sore, Polres Minut akan membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP), namun laporan sudah saya buat di Polres Minut pada Sabtu pekan lalu,” tutur Panebaren, Rabu 22/11/2016.
Diceritakan Panebaran, permasalahan ini berawal dari dengan pindahnya 3 guru di sekolah tersebut, karena tidak menyukai kepemimpinannya. Mereka yang pindah yakni Rohana Ramlan AMA Pd, Femmy Adelin Padoma SPD dan Bejamina Rumimper SPd.

Baca juga:  LKPD 2019 Diserahkan, Pemkot Tomohon Optimis WTP ke-7

“Saya awalnya guru di sekolah ini dan dilantik pada 18 Juli, lalu sertijab pada 22 Juli dan masuk kerja pertama di sekolah ini pada 24 Juli sebagai Kepsek. Mungkin karena saya dilantik menjadi Kepsek, sehingga mereka tidak senang. Saya menduga mereka tidak suka saya menjadi Kepsek karena mungkin mereka menilai jika hanya mereka yang layak menduduki posisi itu,” ungkap Panebaren.

Dirinya pun menyayangkan kepindahan ketiga guru ini sampai berimbas pada anak didik di sekolah itu. Sebab, beberapa siswa kelas V dan VI sempat menulis dalam lembaran kertas yang menyatakan jika anak didik di sekolah itu tidak suka dengan Kepsek yang baru dan kertasnya di tempatkan dalam kotak saran sekolah. Diduga penulisan itu ada keterlibatan atau suruhan dari oknum guru yang sudah pindah.

Baca juga:  Kapolda Sulut: Kunci Utama Penanganan Pandemi Adalah 5M, 3T dan Percepatan Vaksinasi

“Ini sama dengan merusak mental anak kecil. Takutnya hal ini akan berimbas kepada orang tua siswa yang nantinya akan mencap jelek sekolah ini dan akan memindahkan anak-anak mereka ke sekolah lain,” ucapnya.

Ditambahkan Panebaren, jika masalah ini sudah disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Minut dan Kepala BKD Minut. Bahkan dari Dinas Pendidikan sendiri sudah memfasilitasi kedua belah pihak ini untuk berdamai.

Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael SIK MH, membenarkan adanya laporan tersebut. “Laporan sudah ditindaklanjuti, dan korban oleh penyidik sudah diambil BAP untuk melengkapi keterangan laporan awal,” ujar Pattiwael.(Rus)

Pos terkait