Menu

Berkas Lengkap, Polda Sulut Segera Tahap II Kasus Korupsi Solar Cell

  Dibaca : 383 kali
Berkas Lengkap, Polda Sulut Segera Tahap II Kasus Korupsi Solar Cell
Tersangka tengah (mengenakan jaket) saat digelandang ke Rutan Mapolda Sulut. (hong)

IndoBRITA, Manado—Setelah berkas korupsi proyek solar cell Manado, tersangka FDS alias Salindeho, dinyatakan lengkap atau P-21 oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut. Penyidik andalan Irjen Pol Bambang Waskito pun langsung merencanakan proses penyerahan tersangka Salindeho dan bukti-bukti (Tahap II), untuk digelar pekan depan.

Demikian diungkap Direktur Reskrimsus Polda Sulut, Kombes Pol Dedi Sofiandi melalui Kasubdit Tipikornya, AKBP Robby M Rahadian, saat dikonfirmasi awak media. “Sudah P-21, untuk tahap II kita rencana Senin pekan depan,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, berkas tersangka Salindeho saat dilimpahkan pertama kali oleh penyidik Tipikor, sempat dikembalikan Jaksa Peneliti Kejati Sulut, dengan petunjuk P-19. Namun, hal itu tak membuat penyidik Tipikor patah semangat, mereka kemudian kembali bekerja keras untuk melengkapi kekurangan yang ada. Dan begitu tuntas, berkas tersebut dilimpahkan lagi, hingga akhirnya dinyatakan P-21.

Baca juga:  Kapolda Pimpin Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-75 di Halaman Mapolda Sulut

Dalam kepentingan penuntasan kasus ini, tersangka Salindeho sendiri telah ditahan sejak, Selasa (1/8) lalu. Dimana, dalam proyek Solar Cell, tersangka Salindeho waktu itu menjabat selaku Ketua Pokja ULP.

Adapun dalam pengembangan perkara, selain Salindeho, penyidik Tipikor Polda Sulut juga telah menetapkan BJM alias Mailangkay sebagai tersangka. Keduanya, diduga kuat ikut terlibat dalam tindak pidana korupsi proyek solar cell berbanderol Rp9,6 miliar.

Keterlibatan kedua tersangka itu, sempat terungkap di fakta persidangan, ketika berkas terdakwa Paulus Iwo, Ariyanti Marolla, Robert Wowor dan Lucky Dandel disidangkan Majelis Hakim.

Baca juga:  Pengamanan Natal dan Tahun Baru, Polda Sulut Gelar Latpraops Lilin Samrat

Usai, Majelis Hakim menvonis bersalah keempatnya, penyidik Tipikor langsung melakukan pengembangan, dengan menjerat pidana Salindeho dan Mailangkay atas proyek yang merugikan keuangan Negara sebesar Rp3 miliar lebih.

Adapun dasar hukum yang digunakan penyidik Tipikor, mengacu pada Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999, juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana. (hng)

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Visitor Counter

Pengunjung IndoBrita.co

Today : 1289 Orang

Total Minggu ini : 56873 Orang

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional