Menu

Salindeho Jadi Tahanan Kejaksaan

  Dibaca : 451 kali
Salindeho Jadi Tahanan Kejaksaan
Tersangka tengah (mengenakan jaket) saat digelandang ke Rutan Mapolda Sulut. (hong)

IndoBRITA, Manado— Tersangka kasus dugaan korupsi proyek Penerangan Jalan Umum (PJU), Sistem Solar Cell di Kota Manado, FDS alias Salindeho, menjadi penghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Malendeng, Senin (27/11/2017).

Salindeho tercatat sebagai tahanan Kejaksaan yang dititipkan di sana. Langkah membawa tersangka Salindeho ke Rutan Malendeng langsung ditempuh pihak Kejaksaan, usai penyidik andalan Kapolda Sulut, Irjen Pol Bambang Waskito menuntaskan proses tahap II atau proses penyerahan tersangka dan sejumlah barang bukti ke pihak Kejaksaan.

Terkait dijebloskannya tersangka Salindeho ke Rutan Malendeng, KasiPidsus Kejari Manado, Melly Suranta Ginting, saat dikonfirmasi awak media menerangkan, proses ini ditempuh sesuai dengan aturan yang berlaku. “Tersangka Salindeho sudah kita bawa ke Rutan Malendeng. Dia (tersangka-red) ditahan dengan mengacu pada ketentuan Pasal 21 ayat (1) KUHAP,” terang Ginting.

Baca juga:  Semarakkan HUT ke-65, Bhayangkari Polda Sulut Gelar Bermacam Lomba

Selain itu, Ginting menambahkan proses penahanan juga dilakukan dengan bersandar pada syarat subjektif. “Penahanan ini juga dilakukan dalam rangka mempercepat proses penyusunan berkas penuntutan,” lanjutnya.

Dari pemberitaan sebelumnya, diketahui tersangka Salindeho telah dijerat pidana bersama tersangka BJM alias Mailangkay (masih buron) atas kasus korupsi proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) Sistem Solar Cell di Kota Manado, Tahun Anggaran 2014 berbanderol Rp9,6 miliar.

Dimana, saat proyek dikerjakan, tersangka Salindeho yang berperan sebagai Ketua Pokja ULP, diduga kuat tidak menjalankan tugas sesuai prosedur, dan dituding turut andil dalam memuluskan pergerakan Paulus Iwo dalam meraup keuntungan sebesar Rp3 miliar lebih atas uang negara.

Baca juga:  Pocil Polres Bolmong Raih Juara Pertama

Adapun diketahui, dalam perkara ini, selain Iwo ada tiga orang lainnya yang telah dinyatakan bersalah melalui proses peradilan di tingkat PN Manado. Ketiganya, yakni Ariyanti Marolla, Robert Wowor dan Lucky Dandel.

Vonis Majelis Hakim terhadap ketiganya telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah). Dan untuk Iwo sendiri, masih dalam proses tingkat Kasasi. Sementara itu, acuan hukum yang digunakan penyidik Tipikor dalam menjerat pidana Salindeho dan Mailangkay, diketahui mengacu pada Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999, juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana. (hng)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional