Menu

Satu Pekan Tak Beroperasi, Ribuan Karyawan Pabrik Miras Terancam Jadi Pengangguran

  Dibaca : 437 kali
Satu Pekan Tak Beroperasi, Ribuan Karyawan Pabrik Miras Terancam Jadi Pengangguran
Korwil KSBSI Sulut Jack Andalangi (foto: ist)

indoBRITA, Manado- Ribuan karyawan yang bekerja di sejumlah pabrik minuman keras (miras) di Sulut kini gelisah dan cemas. Mereka sedang tak bekerja karena sudah satu pekan lebih pabrik miras ditutup.

“Pabrik sulit beroperasi kalau minuman tak bisa dijual. Sudah satu pekan ini kami hanya berdiam diri. Kondisi ini sungguh merisaukan, apalagi menjelang Natal dan tahun baru,” kata Franky, karyawan pada salah satu pabrik miras di Manado kepada media ini, Senin (26/11/2017).

Sayang beberapa owner pabrik miras yang ditemui, enggan memberikan pernyataan. Namun, dari raut mereka juga terlihat kegelisahan. “Bos kasihan kepada ratusan karyawan yang terancam jadi pengangguran dan kelaparan kalau tak ada solusi secepatnya dari masalah ini,” ujar manajer salah satu pabrik  miras yang meminta namanya tak dipublish.

Keluhan soal ini juga disampaikan pengusaha dunia hiburan, termasuk pemilik kafe dan resto. “Stok minuman tak ada. Kondisi ini mempengaruhi pengunjung. Ini bisa berdampak kurang baik pada sektor pariwisata,” ucap salah satu pengusaha dunia hiburan malam.

Baca juga:  Minuman Beralkohol Langka, Pengusaha Hotel dan Hiburan Malam di Manado Menjerit

Situasi yang tak menguntungkan bagi ribuan karyawan pabrik miras ini menjadi keprihatinan tersendiri bagi Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Sulut, Jack Andalangi.  Aktivis yang sudah beberapa kali mengikuti pertemuan buruh se-dunia di luar negeri ini mengaku tak bisa membayangkan jika ada ribuan karyawan yang mendadak tak memiliki pekerjaan jika pabrik miras benar-benar ditutup.

Terlepas dari persoalan tak memiliki pita cukai atau illegal saat melakukan penjualan, Jack berharap kondisi ini disikapi secara bersama. “Ini termasuk darurat, manajemen pabrik miras seperti kaget dan tak bisa berbuat apa-apa. Sosialisasi sebelum penyitaan itu perlu dilakukan. Saya setuju jika aturan benar-benar ditegakkan,” ungkapnya.

Baca juga:  Deviden tak Capai Target, Banggar Sorot Bank Sulutgo

Alumnus FISIP Unsrat Manado ini menyebut ribuan karyawan itu memiliki keluarga. “Jadi sebenarnya banyak warga yang menggantungkan hidupnya dari sana. Masalah ini sekali lagi harus disikapi bersama,” kata Jack.

Kantor Bea dan Cukai memang belakang aktif melakukan pemberantasan miras. Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulbagtara, Cerah Bangun menyebut sudah sekitar 12 ribu miras illegal di Sulut yang disita.

“Miras illegal sangat marak di Sulut. Kita temukan beberapa pelanggaran ketentuan cukai. Di mana ada 12 ribu botol mengandung etil alkohol. Apalagi minuman-minuman itu dipasarkan tanpa pita cukai,” kata Cerah Bangun seperti dilansir dari MPG.

Dia tak membantah adanya beberapa pabrik miras yang ditutup. “Dua perusahaan sudah disegel. Dua pemilik pabrik miras sudah dijadikan tersangka dan telah dititipkan di Rutan Malendeng,” ujar Cerah Bangun. (hng/adm)

 

 

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional