Tak Ada Kepastian Terkait Hadiah Juara, Sejumlah Penatua Remaja GMIM Sesalkan Sikap Panitia PSDKR 2017

  • Whatsapp
Hadiah untuk kategori juara yang dijanjikan Panitia pelaksana pesta seni yang tertulis di proposal.

indoBRITA, Manado – Terkait belumnya diserahkan hadiah uang pembinaan yang sudah dijanjikan oleh panitia pelaksana, mendapat protes dari sejumlah petinggi Remaja GMIM dibeberapa wilayah di Kota Manado.

Pertemuan psrs Penatua dan Komisi Remaja Jemaat GMIM yang menjadi juara di PSDKR Sinode 2017.

Salah satunya, Sekretaris Remaja Wilayah Manado Timur 6 Penatua Roudy Sumanti yang sangat menyayangkan akan sikap dari panitia kegiata PSDKR 2017.

Bacaan Lainnya

Menurunya, Kalo menurut selaku Sekretaris Komisi Remaja Wilayah Manado Timur Enam, dimana salah satu jemaat yaitu remaja GMIM Efrata Paal Dua yang boleh mendapat juara 1 kategori paduan suara seri A, harusnya dengan KPRS membawa Slogan “Finishing Well” dalam rangka mengakhiri periode Pelayanan 2014-2017 agar supaya menyelesaikan akan masalah ini dan mempertanggung jawabkan bersama panitia.

“KPRS dan Panitia seharusnya menyelesaikan persoalan ini, karena jangan sampai ini menjadi polemik di pelayanan sekarang yang akan berdampak negatif pada pelayanan berikut. Disamping itu juga setiap KPRJ yang boleh mendapat juara harus mempertanggung jawabkan pada Jemaat terlebih pada adik-adik remaja yang notabene sudah mengetahui bahwa mereka mendapat juara dan ada apresiasi dari panitia berupa Trophy, Sertifikat dan Uang pembinaan, karena semua hadiah itu tertera dalam Proposal Kegiatan. Bagaimana KPRJ mau mempertanggung jawabkan pada Jemaat maupun pada adik-adik remaja kalo masalah ini belum juga selesai. Untuk itu, kepada KPRS yang terkasih tolong secepatnya diselesaikan karena KPRS selaku penanggung jawab kegiatan. Jangan sampai Slogan Finishing Well akhirnya menjadi Finishing un Well..trims”tandas Sumanti.

Baca juga:  Kapolda Sulut Didampingi Kapolres Minahasa Buka Puasa Bersama di Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo Kampung Jawa

Sementara itu, Penatua Risky Tombeng, SKM yang merupakan KPRJ GMIM Kharisma Buha Manado dan Sekretaris KPRW Manado Mapanget-Tumpa ini juga mengatakan, bahwa pertama kali dalam sejarah KPRJ GMIM Kharisma Buha Manado memperoleh Juara 2 Equal Voice dan Peringkat 5 Vocal Group Seri-A (Gold Medal) dalam Kegiatan Sinodal sangat kecewa, karena panitia pelaksana kegiatan belum juga memberikan hak yang sudah di janjikan.

“Ini pertama kali kami mendapat hasil yang baik dan ini juga pertama kali kami dikecewakan dengan hadiah sesuai Proposal Panitia PSDKR 2017 yang ada dan seharusnya menjadi hak Jemaat tapi sampai saat ini tak kunjung mendapat kabar kepastian, padahal segala kewajiban kami sebagai peserta sudah dilunasi lewat pendaftaran ke rekening KPRS. Ini sangat menodai citra KPRS periode 2014-2018 sebagai penanggungjawab kegiatan ini,”kata Tombeng dengan nada yang kecewa.

Ditambahkannya, melihat sejarah KPRS Periode pertama yang dengan susah payah bahu-membahu melakukan pelayanan yang sangat amat berat mengawali sampai akhirnya Remaja Sinode GMIM boleh berkembang pesat sampai saat sebelum PSDKR 2017 ini, tapi kenyataan yg terjadi saat ini sangat membuat pendahulu KPRS “Menangis” melihat hal yang bukan memajukan dan menunjukkan pertumbuhan namun mengalami “Kemunduran”.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Remaja Jemaat Petra Ranomut Penatua Jemrif Alfa Ombong, menurutnya tentang masalah PSDKR 2017 yang sampai saat ini hadiahnya masih belum diterima karna tidak ada kepastian dari Panitia dan KPRS, itu semua karna kurangnya komunikasi dan koordinasi yang baik antara Panitia PSDKR dengan KPRS.

Baca juga:  Walikota Tomohon Bersama PKB Tomohon Satu Ikut Lomba PaDus

“Sampai saat ini juga tidak ada respon yang cepat dan info yang pasti kapan akan diterima. Dan ini sepertinya terjadi saling ‘Lempar Batu’, di Panitia mereka katakan tanya ke KPRS namun saat di KPRS disuruh ke Panitia. Sungguh sangat tidak bertanggung jawab, dan menurut saya masalah ini harus segera diselesaikan oleh KPRS yang merupakan penanggung jawab penuh kegiatan dan program pelayanan yang ada. Harapan saya masalah ini segera diselesaikan paling lambat bulan ini karna periode Pelayanan 2014 -2017 akan segera berakhir,”ungkapnya.

Begitu juga dengan Ketua Remaja Jemaat GMIM Syalom Karombasan, Penatua Stevie Kaligis, dirinya sangat berharap masalah ini sebaiknya harus segera diselesaikn dengan penuh bijaksana oleh pihak penyelenggara PSDKR 2017. Karena lewat hadiah ini tentunya bisa menjadi bahan motivasi bagi Remaja di Jemaat yang berprestasi.

“Karena tujuan sebetulnya Kami mengikuti kegiatan-kegiatan demikian di tingkat Sinodal, sesungguhnya untuk meminimalisir waktu para adik-adik Remaja untuk melakukan hal-hal yang tidak baik. Dan tentunya dalam kegiatan tersebut ada pembinaan, maka dari hal itu yang dinamakan Pelayanan. Akan tetapi bilamana dalam kegiatan perlombaan ada jemaat yg berprestasi, sewajarnya bila reward itu diberikan untuk sebuah penghargaan dan juga tentunya sebuah kebanggan bagi Remaja dan jemaat-jemaat”.pungkas Kaligis.(ewa)

Pos terkait