Ketua Deprof Sulut Dukung Perjuangan Aktivis Papua

  • Whatsapp
Mahasiswa merayakan HUT Papua Merdeka. (ist)

indoBRITA, Manado – HUT Papua Merdeka ke-56 ternyata ikut dirayakan di Provinsi Sulut pada 1 Desember 2017 lalu. Peringatan tersebut digelar oleh Mahasiswa Papua yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB), berlokasi di Asrama Cenderawasi Kelurahan Kleak Kecamatan Malalayang.

Aksi mahasiswa ini mengundang perhatian banyak pihak yang diantaranya mengecam peringatan HUT Papua Merdeka itu. Dan salah satunya kritikan dari ketua DPRD Provinsi (Deprof) Sulut, Andrei Angouw.

Menurutnya, kebebasan dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat merupakan hak setiap warga negara dan dilindungi oleh Undang-undang.

Dikatakan Angouw, secara pribadi dirinya mendukung segala aksi yang KNPB di Sulut, selama itu bertujuan memperjuangkan kesejahteraan rakyat Papua dan tidak bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945 serta keutuhan NKRI.

Baca juga:  Gubernur Olly Dukung Program Jaksa Sahabat Milenial

“Selama yang diperjuangkan aktivis Papua di Manado untuk kesejahteraan masyarakat Papua kami tentunya mendukung. Tapi jangan diboncengi agenda untuk merdeka. Itu tidak benar dan melanggar hukum,” ujar Angouw.

Diungkapkan politisi PDI Perjuanhan ini bahwa, pemerintah pusat dan khususnya Presiden Joko Widodo telah memberikan perhatian khusus untuk peningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia bagian timur, serta percepatan pembangunan infrastruktur jalan, pengentasan kemiskinan, pelayanan kesehatan dan program lainnya.

“Saya minta ade-ade Papua yang sedang melakukan studi di kota Manado, untuk tidak ikut-ikutan dengan agenda politik kemerdekaan oleh sejumlah aktivis yang tidak bertanggung jawab. Dan janganlah memancing reaksi masyarakat Sulut. Karena dengan tegas di wilayah Nyiur Melambai akan terus setia terhadap UUD’45, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, ” tegas Angouw.

Baca juga:  Target 5 Besar Dalam Porprov, Sangihe Utus 161 Atlit

Ia pun menghimbau kepada seluruh Rektor PTN/PTS agar memantau pergerakan sekaligus melakukan edukasi kepada seluruh mahasiswa asal Papua tentang wawasan kebangsaan. (wlk)

Pos terkait