Lakukan Kejahatan Pidana Lingkungan, Pengelola Pasir Illegal Di Bitung Hanya Ditegur

Lokasi Aktivitas penambangan pasir Illegal di Kelurahan Kadoodan Kecamatan Madidir yang beroperasi di kaki gunung Duasudara.(foto: Ist)

indoBRITA, Bitung-Kendati sejumlah pengelola pasir Illegal terang-terangan melakukan kejahatan pidana lingkungan, mirisnya, mereka hanya diberikan surat teguran.

“Tangkap dan penjarakan, supaya ada efek jera,” ujar Sandro Lumatauw, salah satu aktivis lingkungan yang ditemui, Kamis (7/12)17).

Bacaan Lainnya

Menurut dia, Undang-undang dengan tegas mengatur pemberian sanksi sehingga tidak ada alasan bagi Penyidik PNS di DLH untuk tidak memberikan sanksi dan menyeret para pelaku ke ranah hukum.

Baca juga:  37 Formasi CPNS Di Sangihe Tanpa Pelamar

“Tidak usah segan atau ragu, aturannya jelas,” tambahnya lagi.

Informasi yang dirangkum menyebutkan, maraknya aksi penambangan Illegal ini juga disebabkan karena permintaan pembangunan reklamasi pelabuhan milik PT Pelindo IV Cabang Bitung yang membutuhkan sekira 220.000 meter kubik pasir dan pembangunan Tol Manado-Bitung yang harga pasir per meter kubiknya menggiurkan serta berlangsung terus menerus. Akibatnya banyak pengelola pasir Illegal menghalalkan segala cara termasuk mengelola lokasi penggalian pasir di wilayah-wilayah rawan bencana terutama di kaki gunung Duasudara.

Kadis Lingkungan Hidup Jeffry Sondakh yang dikonfirmasi terpisah mengaku, surat teguran tersebut dikeluarkan agar nantinya jika sesuatu hal terjadi maka, para pengelola tambang pasir Illegal ini bertanggung-jawab.

Baca juga:  Pemkot Bitung Gelar Peringatan Harla Pancasila

“Selain itu, kalau tidak salah, BNPB juga sudah menyurat dan memberikan penegasan terkait hal ini,” tutupnya.(yet)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *