Menu

Marsekal Hadi Sudah Bertugas, Jenderal Gatot Nurmantyo Non Job hingga Maret 2018, Opsinya?

  Dibaca : 341 kali
Marsekal Hadi Sudah Bertugas, Jenderal Gatot Nurmantyo Non Job hingga Maret 2018, Opsinya?
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Jenderal Gatot Nurmantyo (foto: tempo)

indoBRITA, Jakarta-Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sudah dilantik dan mulai menjalankan tugasnya sebagai Panglima TNI. Ia menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Serah terima jabatan, termasuk alih tongkat jabatan digelar Sabtu (8/12/2017) lalu.

Dengan serah terima jabatan itu, Jenderal Gatot yang baru pensiun pada Maret 2018 mendatang kini non job. “Non job itu posisi yang tidak enak, apalagi jenderal bintang empat,” kata Muradi, Pengamat Militer dari Universitas Padjajaran Bandung seperti dilansir dari Tempo, Minggu (10/12/2017).

Menurut Muradi, setidaknya ada dua opsi supaya Jenderal Gatot Nurmantyo dapat melakukan soft landing saat pensiun per-1 Maret 2018 nanti. Soft landing perlu dilakukan Gatot Nurmantyo agar tidak ‘kaget’ saat pensiun.

“Supaya beliau (Gatot) tidak merasa dibuang atau tidak digunakan, ya agar tidak mengalami post power syndrome juga,” kata Muradi kepada Tempo Minggu 10 Desember 2017.

Opsi pertama, Muradi menyarankan agar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, menempatkan Jenderal Gatot dalam posisi normatif. Misalnya menempatkan Gatot sebagai penasihat ahli TNI. Hal tersebut dapat menjadi cara bagi Hadi untuk melakukan transfer ilmu pengetahuan dari Gatot yang sudah lebih berpengalaman memimpin sebagai panglima.

Baca juga:  JWS Cari Jodoh, Ivansa Sudah Punya Gandengan

“Saya kira Pak Hadi butuh transfer pengetahuan, tiga bulan kedepan itu dapat ia lakukan dengan menggali dari Pak Gatot,” ujar Muradi.

Menurut Muradi, penempatan Gatot sebagai penasihat ahli merupakan langkah yang tepat untuk memberikan ruang bagi Gatot menjelang pensiun. Namun, Muradi tetap menyarankan agar tidak menempatkan Gatot di posisi yang dapat melakukan langkah-langkah strategis.

Opsi kedua, Muradi menyarankan Gatot untuk menjadi tenaga pengajar ahli di Universitas Pertahanan Indonesia. Gatot Nurmantyo, kata Muradi, memiliki banyak pengalaman mengabdi di TNI yang dapat ia bagi sebagai pengajar. Muradi mengambil contoh di negara-negara asing, di mana banyak perwira yang akan pensiun memilih untuk menjadi pendidik.”Sebagai passion baru untuk berbagi pengalaman,” kata Muradi.

Gatot sendiri menerima dengan baik pergantian tersebut, Ia mendukung penuh keputusan Presiden Jokowi melantik Marsekal Hadi

“Kita jangan meihat akhirnya, tapi seharusnya tanya dong berapa lama saya menjabat. Saya menjabat dua tahun lebih. jadi ya sudah sewajarnya,” kata Gatot di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (8/12/2017) lalu sebagaimana dikutip dari liputan6.

Baca juga:  Manado Dinobatkan Sebagai Kota Toleran, GSVL Terima Penghargaan Sindo Weekly Government Award 2018

Mantan KSAD itu pun memandang positif pergantian jabatan tersebut. Dia menilai pergantian Panglima TNI di akhir tahun 2017 ini sebagai persiapan untuk menyongsong tahun politik. Diketahui, dalam tahun 2018 akan ada Pilkada Serentak dan tahun 2019 akan diselenggarakan Pilpres.

“Kita berpikiran positif pada pemerintah, bahwa tahun depan adalah tahun politik. Kalau Pak Hadi sertijab dengan saya sekarang ini, masih bisa konsolidasi dengan situasi perkembangan sehingga semuanya berjalan lancar. Begitu saja,” ucap Gatot.

Meskipun tidak lagi menjabat sebagai Panglima TNI, Gatot mengaku dirinya kini adalah perwira tinggi (Pati) Mabes TNI. Sambil bergurau, Gatot mengatakan bahwa Marsekal Hadi menjadi atasannya.

“Pak Hadi sekarang adalah atasan saya. Karena sejak disampaikan dalam keputusan presiden, sejak ditandatangani surat ini, maka secara resmi de facto dan de jure adalah Pak Hadi,” ucap Gatot. (tempo/liputan6/adm)

 

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional