Wawali SAS: Kita Semua Wajib Berikan Ruang Partisipasi Bagi Anak

 

indoBRITA, Tomohon – Kabupaten/Kota yang mempunyai system pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan media yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak maka layak di sebut sebagai Kota Layak Anak (KLA).

Bacaan Lainnya

Hal ini di jelaskan Wakil Wali Kota Tomohon Syerly A Sompotan saat membawa materi pada kegiatan Pembentukan Kota Layak Anak (KLA) Bagi Gugus Tugas KLA Kota Tomohon, yang dilaksanakan di Gedung Kantor Walikota Tomohon, Selasa (12/12/2017).

Baca juga:  Hingga hari ke-7 PMI Tomohon Serius Perangi Penyebaran Covid-19

Saat pemaparan, Wawali SAS mengatakan kota layak anak sangat diperlukan karena jumlah anak yang 1/3 dari jumlah penduduk, merupakan amanah internasional dan nasional, serta anak merupakan investasi SDM yang merupakan tongkat estafet penerus masa depan bangsa. “Peran Masyarakat dalam penyelenggaraan perlindungan anak dilakukan dengan cara memberikan informasi melalui sosialisasi dan edukasi mengenai hak anak dan peraturan perundang-undangan tentang anak,” tutur SAS.

Lanjut katanya, peran-peran yang lain yang tidak kalah penting adalah memberikan masukan dalam perumusan kebijakan yang terkait perlindungan anak, melaporkan kepada pihak berwenang jika terjadi pelanggaran terhadap anak, berperan aktif dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi anak, serta melakukan pemantauan, pengawasan dan ikut bertanggung jawag terhadap penyelenggaraan perlindungan anak.

Baca juga:  SAS Diundang Partai Golkar Sulut Bahas Pilkada Tomohon 2020

“Kita semua selaku pemerintah dan orang tua berkewajiban memberikan ruang kepada anak untuk dapat berpartisipasi dan menyampaikan pendapat.” terang Wawali.

Selaku narasumber pada kegiatan ini Akademisi Ketua Pusat kajian Wanita dan Perlindungan Anak Fakultas Ilmu Sosial Unima DR Ruth Umbase MHum,

Turut hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak Kota Tomohon dr Olga Karinda MKes dan jajaran pemkot Tomohon. (slf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *