Menu

Akhir Tahun, Karyawan Casanova Makin Semangat

  Dibaca : 231 kali
Akhir Tahun, Karyawan Casanova Makin Semangat
Royke Massie (foto: roy fb)

indoBRITA, Manado- Produksi dan distribusi minuman keras (miras) selang November-Desember 2017 di Sulut tidak berjalan lancar. Situasi kurang menguntungkan tersebut sempat mencemaskan para karyawan.

Syukur, kondisi kini mulai membaik. Keceriaan pun kembali terlihat di wajah para karyawan, termasuk puluhan karyawan Casanova.

Kala sejumlah wartawan menyambangi pabrik  yang terletak di bilangan Pineleng itu, Selasa (11/12/2017) lalu,  puluhan karyawannya nampak bersemangat. Mereka semua enjoy.

“Tak ada masalah. Kami juga heran muncul pemberitaan soal adanya puluhan karyawan yang menjerit. Boleh ditanya satu-satu apakah ada karyawan seperti yang diberitakan itu,” kata Mex, salah satu karyawan dengan tersenyum.

Sebagian besar dari karyawan  mengaku sudah lama bekerja di pabrik. Selama menjalani pekerjaan, tak ada masalah yang timbul.

Baca juga:  Reses DPRD Kota Manado, Sony Lela Serap Aspirasi Masyarakat Singkil

“Kita tak sekedar menganggap mereka karyawan, tapi sebagai keluarga. Jadi tak mungkin kita mau menyengsarakan keluarga sendiri,” ujar Roy Massie mewakili pimpinan perusahaan.

Pria enerjik dan murah senyum ini kemudian bercerita soal salah satu karyawannya yang sempat mengalami kecelakaan beberapa waktu.  “Ia terkena pecahan botol. Kami merawat dan menanggung semua pengobatannya. Setelah sembuh ia kembali bekerja,” ungkapnya.

Namun, Roy heran karena kemudian beredar berita sang karyawan ini sudah diberhentikan. “Masak kami setega itu? Dinas Tenagar Kerja sudah datang mengecek soal ini dan mendapati kalau karyawan tetap bekerja. Jadi tak benar kalau sudah diberhentikan,” ungkapnya.

Roy juga merasa perlu meluruskan berita yang berkembang kalau perusahaan tidak memberikan jaminan kesehatan atau BPJS. “ Itu tidak benar,” dia menegaskan.

Baca juga:  Danlanud Sam Ratulangi Buka Turnamen Sepak Bola, Perebutkan Hadiah Rp100 Juta

Sementara soal upah, perusahaan mengikuti standar UMP. “Semua karyawan itu ikut standar UMP. Yang belum itu, biasanya pekerja lepas, datang hanya saat dibutuhkan,” ucapnya.

Roy menuturkan pihaknya mengutus tiga orang untuk menjelaskan soal kondisi perusahaan ke Dinas Tenaga Kerja  (Disnakertrans).  “Memang owner tak bisa memenuhi panggilan itu, tapi mengutus tiga perwakilan. Boleh dicek ke pegawai lain di Disnakertrans, saat itu Pak Kaunang tak ada,” ucapnya.

Sementara sejumlah karyawan menyampaikan kekesalannya dengan berita yang beredar sebelumnya. “Dugaan kami bukan karyawan, tapi keluarga dari salah satu karyawan. Sekarang kami sampaikan kalau di sini semua enjoy dan betah menjalani pekerjaan,” ungkap salah satu pengawas di pabrik. (hng/adm)

 

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional