Kasus Pembunuhan Dosen Teknik Unsrat Disidangkan

  • Whatsapp
PN Manado foto (ist)

IndoBRITA, Manado—Peristiwa berdarah di Kelurahan Ranomut, Kecamatan Paal Dua, yang menyebabkan Dosen Teknik Unsrat insial GM alias George harus meregang nyawa, Rabu (13/12), telah disidangan Majelis Hakim yang diketuai Besty Matuankotta.

Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yansen Dau bersama Rudy Kayadoe telah mendakwa bersalah terdakwa AAA alias Tisen dengan menggunakan pasal primair 340 KUHPidana.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Resmob Polres Bitung Amankan 3 Pelaku Pengeroyokan di Kelurahan Pinokalan

Dijelaskan JPU melalui dakwaanya, perbuatan melawan hukum tersebut, telah dilakukan terdakwa Tisen, Jumat (7/7) lalu. Semua berawal ketika terdakwa berada di rumah korban, dan sedang membersihkan kandang kelinci. Sementara itu, posisi korban berada di dapur. Dan ketika terdakwa masuk menuju dapur, korban sempat melontarkan kalimat kepada terdakwa, yang berujung pada adu mulut.

Emosi terdakwa pun tak terbedung, sehingga dirinya langsung pergi menuju dapur dan mengambil sebilah pisau lalu menakut-nakuti korban. Dan kemudian menyerang korban dengan menggunakan pisau tersebut secara membabi buta.

Baca juga:  Penilaian SIPP MA, PN Manado Belum Capai 50%

Akibatnya, korban harus mengalami luka tusukan di sekujur tubuhnya, hingga akhirnya meninggal dunia.

Setelah melakukan aksinya, terdakwa kemudian kemudian tumingkas dengan membawa uang sebesar Rp44 juta dan mobil Toyota Avanza Veloz milik korban.

Usai mendengarkan dakwaan JPU, Majelis Hakim lalu menunda jalannya persidangan hingga pekan depan, dengan agenda pemeriksaan saksi.

Penting diketahui, selain menggunakan Pasal 340, JPU juga telah mendakwa bersalah terdakwa Tisen berdasarkan Pasal 338, Pasal 354 ayat (2), Pasal 351 ayat (3) dan Pasal 365 ayat (3) KUHPidana. (hng)

Pos terkait