Dugaan Pencemaran Nama Baik, Aktivis Dipolisikan

  • Whatsapp
Kuasa hukum Husni Towidjojo SH, membuat laporan di Polda Sulut. foto (hng)

IndoBRITA, Manado— Diduga telah melakukan pencemaran nama baik melalui media sosial facebook. Aktivis asal Bolaang Mongondow berinisial FM dilaporkan ke Polda Sulut, Jumat (15/12/2017).

Kuasa hukum Husni Towidjojo SH, menjelaskan bahwa berdasarkan surat tanda terima laporan polisi Nomor : STTLP/1017.a/XII/2017/SPKT, terlapor FM telah melakukan pencemaran nama baik pada kliennya Hanny Pontoh yang merupakan bapak angkat KUR Mitra SP3 Bank Artha Graha Manado.

“Saya secara resmi melaporkan pria berinisial FM dengan laporan pencemaran nama baik melalui medsos Facebook terhadap klien saya Hanny Pontoh. Intinya FM mengatakan di medsos bahwa klien saya adalah penipu. Sekali lagi dikatakan penipu. Klien saya merasa keberatan dengan hal itu,” ujar Husni.

Baca juga:  Gelar Vaksinasi se-Indonesia, Kapolri Minta Wilayah Berpacu Kejar Target 70 Persen

Lanjut Husni, FM bisa dikenakan ancaman hukuman pidana karena menurut dia melanggar Pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 Undang-undang nomor 19 Tahun 2016  tentang perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.  Pasal 27 Ayat 3 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008.

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik. Ketentuan Pidana, Pasal 45 ayat 1 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008,” ucap Penasehat Hukum.

Baca juga:  28 PD Terima 'Surat Cinta' Walikota Manado

“Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun (empat tahun setelah diubah menjadi Undang-undang nomor 19 Tahun 2016) dan atau denda paling banyak Rp 1 Milliar,” sambungnya.

Adapun status yang ditulis oleh FM yakni, berikut sepenggal statusnya.

“Inilah contoh kecil bentuk amburadulnya administrasi Bank Artha Graha dan pembodohan/penipuan terhadap rakyat Bolmong yang dilakukan oknum Bank dan oknum bapak angkat dan agen-agen nya,” jelasnya. (hng)

Pos terkait