Kebakaran di Gudang PT MNS Sulit Dipadamkan, Ini Yang Dilakukan Tim Gabungan

Alat berat yang dipakai untuk merobohkan tembok gudang milik PT MNS yang terbakar untuk memudahkan upaya pemadaman. Selain itu dua unit Loader dipakai untuk mengeluarkan kopra dari dalam gudang yang terbakar. (Foto: Ist)

indoBRITA, Bitung- Kebakaran yang terjadi di Gudang kopra milik PT Multi Nabati Sulawesi (MNS) yang terletak di Kelurahan Wangurer Timur Kecamatan Madidir, Minggu (17/12/17) sejak pukul 07.30 pagi hingga malam belum juga berhasil dipadamkan.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Bitung Frangky Ladi yang dikonfirmasi, menjelaskan, tim gabungan dari BPBD, Satpol PP dan Damkar, Polres Bitung bersama pihak perusahaan kesulitan mengatasi api yang sudah terlanjur membesar ini karena lelehan minyak yang sulit padam walaupun sudah disiram dengan cairan busa.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Kapolda Launching Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Sulawesi Utara

“Bukan air yang dipakai namun cairan busa deterjen yang dipakai,” bebernya.

Selain itu, tim gabungan juga melibatkan beberapa alat berat dari pihak perusahaan untuk mengatasi kebakaran.

“Dinding gudang dijebol pakai excavator kemudian tumpukan kopra yang masih menyala setelah disiram, kemudian diangkut keluar memakai dua unit Loader agar api tidak membesar,” cetusnya.

Upaya mengeluarkan kopra ini menurut Ladi, terbukti efektif meredakan kobaran api.

“Sampai sore menjelang malam, sudah ada sekira sepertiga bagian isi dalam gudang yang dikeluarkan, kita berupaya agar semua kopra di dalam ini bisa diamankan karena perintah pak walikota agar kebakaran ini terus dipantau agar tidak menjalar ke pemukiman warga,” tambahnya lagi.

Baca juga:  Kapolda Sulut Buka Kejurda Auto Moto Drag Race HUT ke-19 Kabupaten Minut

Belum ada tanggapan resmi dari Manajemen PT MNS terkait kejadian ini. Humas PT MNS Lolita Rombang yang terlihat sibuk di lokasi kejadian belum bisa memberikan keterangan resmi.(yet)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *