Menu

Bupati Minut Diperiksa Penyidik Kejati Sulut

  Dibaca : 482 kali
Bupati Minut Diperiksa Penyidik Kejati Sulut

IndoBRITA, Manado-Bupati Minahasa Utara (Minut) Vonnie Anneke Panambunan (VAP) diperiksa Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (21/12). VAP diperiksa sebagai saksi terkait dugaan kasus korupsi pemecah ombak di Desa Likupang, Minut, yang mengerat uang negara sebanyak Rp8,8 miliar dari pagu anggaran sebesar Rp15 miliar.

Pemeriksaan orang nomor satu di Minut itu cukup lama. Dimana, pemeriksaan dilakukan dari pagi dan baru selesai pukul 14.10 WITA. Usai diperiksa, penasehat hukum (PH) yang dipimpin Stevy Da Costa Cs lebih dulu keluar dari kantor Kejati Sulut. Sesudah itu, VAP menyusul keluar didampingi tim penyidik dengan menggunakan blus cokelat, celana panjang hitam dan memakai kacamata hitam langsung naik ke mobil Kijang Innova DB 1414 F. VAP saat dimintai tanggapan memilih bungkam.

Baca juga:  6 Miliar Uang Negara Diselamatkan Kejati Sulut dan Jajaran dari Kasus Korupsi

Kehadiran VAP di Kejati Sulut dikawal puluhan koleganya. Pasalnya, dihalaman parkir Kejati Sulut ada empat mobil dengan nomor polisi asal Minut, yakni Kijang Innova ada dua unit, dan Fortuner satu unit, dan Honda HR-V satu unit.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulut Yoni E Mallaka SH saat dikonfirmasi membenarkan pemeriksaan tersebut.

“Benar, hari ini ada pemeriksaan Bupati Minut sebagai saksi terkait perkara tindak pidana korupsi penyimpangan proyek oemecah ombak/penimbunan pantai di desa Likupang, Minut,” ungkap Mallaka.

“Pemeriksaan selesai pukul 14.10 WITA,”terang Mallaka.

Baca juga:  Yasti Soepredjo Mokoagow Dijerat Pasal 170 KUHP

Diberitakan sebelumnya, Kejati Sulut sudah menjebloskan tiga tersangka kasus korupsi pemecah ombak Likupang, Minut, ke Lapas Kelas IIa Malendeng Manado. Ketiganya, yakni RT alias Rosa, eks Kepala BPBD yang saat ini menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Minut selaku kuasa pengguna anggaran (KPA), SHS alias Steven selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dan RM alias Robby, selaku pelaksana pekerjaan yang juga merupakan Direktur PT Manguni Makasiouw Minahasa (MMM). Bahkan baru-baru ini, Tim penyidik telah memeriksa saksi lain. (hng)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional