Sidang Perkara PJU Solar Cell Manado Batal Digelar

PN Manado foto (ist)

IndoBRITA, Manado— Proses persidangan perkara korupsi proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) sistem Solar Cell 2014 dengan berkas terdakwa FDS alias Salindeho, yang diagendakan PN Manado masuk dalam tahap putusan sela, Kamis (4/1/2018), batal digelar.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alexader Sulung ketika dihubungi awak media, tak menepis adanya penundaan sidang tersebut. “Majelis Hakim belum siap, sidang tunda sampai Kamis pekan depan,” terang Sulung.

Bacaan Lainnya

Patut diketahui, Salindeho selaku Ketua Pokja ULP dalam proyek PJU Solar Cell berbanderol Rp9,6 miliar, Senin (18/12) lalu, telah didakwa bersalah JPU di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Julien Mamahit.

Dalam prosesnya, Penasehat Hukum terdakwa lantas mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan JPU. Dan Kamis kemarin telah dijadwalkan PN Manado masuk pada agenda putusan sela. Namun, karena Majelis Hakim belum siap, alhasil apakah eksepsi ditolak atau diterima masih jadi tanda tanya.

Baca juga:  Cegah Covid- 19, Bupati Minahasa Jadi Narsum Komunitas SASH Sulut

Dalam perkara ini, diketahui pula kalau Salindeho telah dijadikan sebagai tersangka oleh penyidik Tipikor Polda Sulut bersama dengan BJM alias Mailangkay. Sayangnya, Mailangkay berhasil meloloskan diri, sehingga berkas Salindeho lebih dulu maju ke meja hijau.

Dalam sidang dakwaan lalu, JPU telah menguraikan keterlibatan terdakwa Salindeho atas perkara korupsi PJU Solar Cell. Dmana, Salindeho bersama anggota Pokja ULP tidak melakukan pengecekan atas penawaran jaminan Penawaran (Bank Garansi) yang diajukan PT Subota International Contractor. Padahal, Bank Garansi tersebut tidak tercatat dalam sistem Bank Mandiri.

Dan menurut ketentuan, PT Subota seharusnya digugurkan pihak Pokja ULP. Namun, anehnya terdakwa bersama anggota Pokja ULP lainnya malah meloloskan perusahaan tersebut.

Baca juga:  13 Berkas Perkara Pidsus Tembus PN Manado

Hebatnya lagi, sebelum proyek dikerjakan dan proses lelang tender digelar, terdakwa Salindeho bersama tersangka Mailangkay justru telah terlibat pertemuan dengan terpidana Ariyanti Marolla, terpidana Lucky Dandel dan terpidana Robert Wowor di Hotel Quality Manado. Tak heran, saat pengumuman pemenangan tender digelar, PT Subota akhirnya keluar sebagai pemenang.

Selain itu, JPU telah mendakwa bersalah Salindeho dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999, juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana. Karena ikut memuluskan pergerakan terdakwa Paulus Iwo (Kasasi) dan Ariyanti dalam mengkorupsi uang negara sebesar Rp3 miliar lebih. (hng)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *