SHS: Kalau Bukan Kritikan Tumbelaka, Saya Mungkin Sudah Korupsi

  • Whatsapp
Sinyo Harry Sarundajang (SHS) berbincang ringan dengan Taufik Tumbekaka dan sejumlah wartawan di kediaman SHS, Selasa (16/01/2018).

IndoBRITA, Manado – Mantan Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang (SHS) terlihat berbeda dengan waktu dirinya masih menjadi orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai.

Sejumlah wartawan saat bertandang ke kediamannya di Winangun Manado, Selasa (16/01/2018), begitu terkesima dengan SHS.

Para kuli tinta sesampai di rumah SHS langsung bertemu dengannya. Kami pun menyalaminya, yang memang hari itu spesial karena hari tersebut merupakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 calon Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Filipina itu.

SHS yang kala itu hanya memakai kaos berkerah warna putih dan dipadukan dengan jeans celana panjang berwarna biru, ikut berbincang-bincang ringan dengan wartawan di ruang tamu.

Karena masih ada beberapa wartawan yang datang, membuat tempat ‘nongkrong’ itu kekurangan kursi. Nah, di sinilah kelihatan SHS tak ‘manja’ lagi. Ia kebelakang meninggalkan kami. Namun, sekembalinya bertemu dengan kami, ia sudah mengangkat sejumlah kursi untuk dibagikan kepada beberapa wartawan yang belum mendapatkan tempat duduk.

Bukan hanya itu saja, karena perbincangan cukup lama ia pun meminta ‘anak buahnya’ agar membuatkan kopi kepada kami. Ketika minuman hangat itu muncul, kembali SHS memperlihatkan sesuatu yang mungkin baru kali ini terlihat. Ia membantu pelayan memberikan cangkir kopi kepada wartawan dan Pengamat Politik dan Pemerintahan Taufik Tumbelaka, yang memang saat itu ikut datang memberikan ucapan selamat kepada SHS.

Baca juga:  Wagub Kandouw Ingatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

“Biar pak, nanti kami yang ambil kopinya,” kata Tumbelaka.

SHS sepertinya tidak mendengarkan permintaan Tumbelaka, ia malah tetap menyelewir kepada teman-teman wartawan lainnya yang belum kedapatan kopi.

Dalam sharing ringan tersebut, SHS menolak untuk diwawancarai, termasuk terkait Pilkada dan Dubes Filipina.

“Nanti jo ne kalau kita sudah dilantik. Itu ngoni tanya apa saja terkait Filipina, kita jawab,” pintanya.

Di pertengahan diskusi itu, SHS ikut ‘menyerang’ Tumbelaka. Sambil bercanda, katanya, saat dirinya memimpin Sulut tidak sedikit kritikan yang dilancarkan Tumbelaka kepadanya.

“Keras sekali depe kritikan pa kita,” ungkapnya.

Dari candaanya tersebut mengartikan SHS dan Tumbelaka tidak bermusuhan, malah sangat akrab.

Buktinya, SHS memberikan pujian kepada mantan aktifis mahasiswa dan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Baca juga:  Didaulat Buka SMST GMIM ke-31, Ini Pesan Gubernur Olly

“Kalau bukan kritikan dia (Tumbelaka, red), saya mungkin sudah korupsi,” ungkapnya.

Yuup saat SHS menjabat gubernur, Tumbelaka saat itu ikut memegang tugas sebagai bagian dari “Support to Indonesia`s Islands of Integrity Program for Sulawesi (SIPS) Project” – “Canadian International Development Agency” (CIDA) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Pemerintah Kanada dalam upaya Pencegahan Korupsi. Taufik Tumbelaka masuk dibidang Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) dan sekitar 4 kali Rapat Koordinasi SIPS Project yang dihadiri KPK-RI dan Pemerintah Kanada serta Pemerintah di Sulut, Tumbelaka diminta sebagai Fasilitator.

Sayangnya, Tumbelaka tidak lama berbincang dengan SHS. Tumbelaka pamitan duluan karena saat itu dirinya akan berangkat ke luar daerah. Takut ketinggalan pesawat, ia langsung bergegas, namun terlebih dahulu berjabat tangan sambil berpelukan dengan SHS.

“Hati-hati di jalan. Salam sama Mama” kata SHS.

Kendati sudah tidak ada Tumbelaka, tapi SHS tetap meneruskan perbincangan dengan para wartawan. Diakhir pertemuan yang tak ada undangan tersebut, kami berfoto bersama dengan SHS.(sco)

Pos terkait