Terdakwa Pakaya Dituntut 18 Tahun

  • Whatsapp
foto ist
 Sidang Perkara Pembunuhan di TPI Tumumpa
IndoBRITA, Manado – Terbukti menghilangkan nyawa korban perempuan JIMP alias Joan, dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis parang. Terdakwa AP alias Pakaya, terancam hukuman penjara selama 18 tahun.
Dalam persidangan yang dipimpin Hakim Imanuel Barru, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Noval Thaher telah menuntut pidana terdakwa selama 18 tahun penjara.
Adapun dasar tuntutan JPU mengacu pada pasal primair, yakni Pasal 340 KUHPidana. Dimana, perbuatan yang dilakukan terdakwa Pakaya terhadap korban Joan memang tergolong sadis.
Usai mendengarkan pembacaan tuntutan JPU, Majelis Hakim langsung memberikan kesempatan kepada pihak terdakwa untuk mengajukan pledoi, dan mengagendakan sidang putusan untuk digelar pekan depan.
Berdasarkan dakwaan JPU, telah diketahui bahwa terdakwa nekad menghabisi nyawa korban, Jumat (16/6/2017) lalu, bertempat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kelurahan Tumumpa.
Parahnya lagi, setelah menebas tubuh korban dengan parang, terdakwa malah membuang mayat korban ke laut, dengan perahu kecil. Kemudian, lelaki tidak tamat SD itu pergi ke rumah saksi AL alias Arwa, guna mengembalikan parang yang diambilnya dari dapur.
Kepada saksi Arwan, terdakwa sempat mengaku bahwa dirinya baru saja membunuh orang. Dan saksi telah menyarankan agar terdakwa menyerahkan diri ke kantor polisi. Namun, terdakwa justru memilih tumingkas ke kampungnya di Desa Likupang, Kampung Ambong, Jaga II, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara. (hng)
Baca juga:  Gangguan Saluran Kemih Berdampak pada Penurunan Produktivitas Kerja

Pos terkait