Wawali Bersama Danrem 131/Santiago Pantau Langsung Aktivitas Gunung Lokon

Wakil Wali Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan bersama Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Robert beserta jajaran saat pemantauan Gn.Lokon (foto:ist)

indoBRITA, Tomohon – Terkait laporan peningkatan aktivitas Gunung Lokon di pekan lalu, Wali Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan  yang didampingi Sekretaris Daerah Ir Halord Lolowang MSc bersama-sama dengan Komandan Korem (Danrem) 131/Santiago Brigjen TNI Robert Giri yang didampingi Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Juberth Nixon Purnama STh, Perwira Penghubung Kota Tomohon Kapten Infanteri Feky Welang dan sejumlah pejabat di Korem 131/Santiago, turun langsung memantau aktivitas Gunung Lokon, Selasa (23/1/2018).

Pemantauan awal dilakukan di Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu, di Kelurahan Kakaskasen Tiga, Kecamatan Tomohon Utara (Tomut).

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Forkopimda Tomohon Bahas Action Plan Pemutusan Covid-19

Wakil Wali Kota mengimbau seluruh masyarakat khususnya yang berlokasi di dekat kawasan Gunung Lokon seperti Kelurahan Kakaskasen Satu, Kinilow dan sekitarnya agar tidak melakukan aktivitas di dekat gunung, mengingat statusnya sudah level 3. “Kepada Masyarakat saya himbau untuk tetap waspada, tetap melakukan aktivitas sehari-hari namun tetap di zona aman, dan juga kepada para petugas di posko untuk selalu sigap dan berkoordinasi dengan instansi terkait.” terang Sompotan.

Dalam peninjauan tersebut, Danrem mengidentifikasi jumlah masyarakat yang akan terdampak jika nantinya Gunung Lokon mengalami erupsi dan juga titik pengungsian yang akan digunakan masyarakat yang terdampak. Danrem berpesan agar titik pengungsian seharusnya tidak perlu terlalu banyak. “Jika titik pengungsian terlalu banyak, akan merepotkan para petugas, sebagaimana pengalamannya menangani bencana erupsi Gunung Sinabung.” ujarnya.

Baca juga:  TMMD ke-103 Resmi Dibuka

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Mahawu dan Lokon Farid Bina mengatakan bahwa sejak 2015 lalu, aktivitas Gunung Lokon telah beberapa kali mengalami peningkatan, namun tidak diikuti oleh letusan. “Dan untuk yang terakhir ini aktivitas  Gunung Lokon meningkat sejak 13 Januari yang lalu.” ungkap Farid.

Dalam peninjauan tersebut tampak hadir juga Kepala BPBD Tomohon Robby Kalangi serta jajaran. (slf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *