Menu

Anggaran Pemeliharaan PN Manado Capai Rp12 juta

  Dibaca : 220 kali
Anggaran Pemeliharaan PN Manado Capai Rp12 juta
PN-Manado
IndoBRITA, Manado–Pengadilan Negeri (PN) Manado terus berupaya mewujudkan peradilan yang bersih. Keterbukaan di lembaga veritakal itu, dinyatakan melalui langkah-langkah nyata.
Salah satunya, PN Manado benar-benar terbuka diri atas informasi yang dibutuhkan wartawan dan publik, khususnya anggaran.
Pantauan harian ini, perombakan mendasar di Pengadilan Negeri (PN) Manado terus dilakukan. Dahulu terlihat sumpek dan berantakan, tapi sekarang jauh lebih bersih, teratur, dan terasa lega. Yang menjadi pertanyaan, berapa nominal yang sudah dihabiskan ?.
Hakim Juru Bicara (Jibir) PN Manado Vincentius Banar menjelaskan, tidak ada anggaran pembangunan tahun 2018.
“Tahun ke tahun, anggaran pemeliharaan sama. Namun tahun ini berubah strategi. Bulan Januari menghabiskan Rp12,5 juta. Bulan Februari akan memakai jumlah yang sama. Demikian terus berlangsung sampai akhir tahun,” terang Banar.
“Jumlah pemakaian perbulan tadi, adalah hasil pembagian total anggaran perawatan per tahun, lalu dibagi 12 bulan, untuk menentukan plafon setiap bulan. Atas perintah Ketua PN, hanya boleh dipakai sejumlah itu,” tambah Banar.
Menurut Banar, ini bisa dilakukan karena strategi PN Manado sekarang berbeda.
“Semua pengeluaran, harus diprioritaskan pada dua tujuan utama pengadilan, yakni penanganan perkara dan minutasi. Ada hubungan langsung,” katanya.
“Pelaksanaan sangat kreatif, efisien, dan minim pengeluaran. Banyak memakai peralatan yang sudah ada. Tidak ada pembelian baru. Misalnya, perombakan lobi utama, tidak pakai biaya. Karena hanya geser menggeser meja supaya lebih fungsional. Dicat ulang, lalu dibelikan taplak meja baru. Langsung, cling,” sambung Banar.
Untuk pengecatan kantor, menurut Banar, kalau dulu dikerjakan sekaligus untuk satu gedung.
“Sekarang dicicil, hanya dicat bidang kotor saja. Sebulan ini, baru menghabiskan 20 kg cat, itupun masih bersisa banyak,” sebutnya.
Ditanya soal biaya pemasangan layar monitor, Banar tersenyum.
“Komputer dan monitor TV semuanya sudah ada. Bekas pakai dari inventaris lama. Daur ulang. Kendala ada pada pengadaan kabel. Saat ini dalam pemesanan. Stok yang tersedia di Kota Manado, hanya kabel VGA seharga Rp40 ribu per meter. Ketua PN tidak mau, harganya masih terlalu mahal. Minta dicarikan alternatif kabel RCA yang lebih murah. Beliau minta, dicarikan barang dengan plafon harga maksimal Rp5 ribu per meter,” akunya.
“Tukang setempat juga belum sanggup, namun penjelasan beliau, hal yang sama pernah dilakukan di pengadilan lain dan berhasil. Yyangg pasti, kreatifitas PN Manado terbukti tidak harus mahal,” tandas Banar. (hng)
Baca juga:  Wabup RD Buka Seleksi Jabatan Pimpinan Pratama
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Visitor Counter

Pengunjung IndoBrita.co

Today : 1289 Orang

Total Minggu ini : 56873 Orang

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional