“Nasib” SMPN 1 Airmadidi Ditentukan Usai UNBK

  • Whatsapp
SEJUMLAH orang tua murid saat mendengarkan pemaparan Kepala SMPN 1 Airmadidi Frederika Tasiam terkait rencana relokasi sekolah tersebut ke wilayah Sarongsong II.(foto: boy)

IndoBRITA, Minut—Rencana relokasi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Airmadidi di Kelurahan Sarongsong II Kecamatan Airmadidi, terus dilakukan. Dimana, Rabu 24 Januari 2018, sejumlah orang tua murid menghadiri undangan sosialisasi terkait pemindahan sekolah dan sekaligus pematangan persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dihadiri pihak sekolah, Kepala Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah yang dilaksanakan di SMPN 1 Airmadidi.

Dari hasil keputusan bersama, akhirnya “nasib” SMPN 1 Airmadidi ditunda pelaksanaannya hingga proses kegiatan UNBK selesai. Kepala Dinas Pendidikan Minut Sofitje Wolajan SE MM mengapresiasi kehadiran semua pihak terkait, sehingga pertemuan ini dapat disampaikan rencana pemerintah untuk relokasi SMPN I. Relokasi sekolah ini telah dibicarakan bersama dengan pihak Dekab Minut, untuk pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah. Namun demikian hal ini tidak akan mengganggu peserta didik untuk mengikuti UNBK .

Bacaan Lainnya
Baca juga:  BOS Afirmasi, Raco: Itu Untuk Pengadaan IT Sekolah

“Sebelum dipindahkan Pemkab Minut melalui APBD terlebih dahulu akan membangun 24 ruang kelas. Sepuluh ruangan dibiayai lewat APBD, sedangkan 14 ruangan lagi dibangun melalui sumbangan dana pribadi dari Bupati Minut Vonnie Aneke Panambunan. Kami sebagai pembantu Bupati tentunya betugas untuk menyampaikan hal ini kepada orang tua murid,” tutur Wolajan didampingi Sekretaris Diknas Minut Olfie Kalengkongan SPd MMPd serta Bendahara Nonsay Umboh.

Dalam sosialisasi, sesuai dengan pemaparan Kepala Sekolah Frederika Tasiam SPd STh menurut rencana sekolah dan kegiatan belajar mengajar untuk kelas 7 dan 8 akan dipindahkan ke SD Negeri I Sarongsong. Namun hal ini ditunda dengan berbagai pertimbangan tidak lama lagi peserta didik kelas 9 akan menghadapi UNBK.

“Semuanya telah siap, mulai dari jaringan untuk server serta 40 unit komputer yang akan digunakan untuk UNBK telah terpasang. Selain itu, adanya protes dari orang tua peserta didik yang ikut memberikan subsidi dalam pelaksanaan UNBK. Ini telah disaksikan langsung oleh Komisi I Dewan Minut melalui kunjungan mereka beberapa waktu yang lalu,” terang Tasiam.

Baca juga:  Tindakan Tegas Menanti Pejabat Negara Yang Merugikan Peserta Pemilu

Sementara itu, Ketua Panitia UNBK SMP Negeri I Rubby Worek mengungkapkan, persiapan UNBK telah dilakukan bersama dengan pihak sekolah dan pihak ketiga sebagai penyedia server jaringan internet. “Untuk persiapan UNBK pihak sekolah telah memasang 40 unit komputer, masih diperlukan 35 unit lagi. Untuk yang 35 ini akan digunakan laptop milik peserta didik. Menurut informasi dari pihak sekolah, pada Januari lalu telah dilakukan ujicoba atau simulasi pertama. Untuk simulasi yang kedua atau terakhir akan dilaksanakan pada 14 Pebruari nanti. Jadwal simulasi ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia,” tutup Worek.(rus)

Pos terkait