Metodologi Survey Pengadilan AS Digunakan PN Manado

  • Whatsapp

IndoBRITA, Manado— Metodologi survey pengadilan Amerika Serikat digunakan Pengadilan Negeri (PN) Manado. Dari hasil survey kepuasan pengguna pengadilan, berdasarkan data perkara di tahun 2017,  bahwa diatas 95% masyarakat puas atas putusan pengadilan (tidak mengajukan upaya hukum), langkah berikut adalah peningkatan standar pelayanan. Selain pembenahan external yang saat ini terlihat nyata di masyarakat, pembenahan internal justru dilakukan dengan cepat dan keras, untuk memperkuat tim kerja.

Hakim juru bicara PN Manado Vincentius Banar mengatakan, survey yang akan dilaksanakan pada akhir bulan Januari 2018, terbagi dalam tiga kelompok, yakni pertama untuk stakeholder pengadilan, berjumlah sekitar 300 sampai 400 orang. Kemudian untuk internal pengadilan dengan responden 100an orang. Dan ketiga Kombinasi keduanya.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Terus Maksimalkan Layanan Publik, Laboratorium Dan Poliklinik Diresmikan

“Margin of error diharapkan kecil, dibawah dua persen,” kata Banar.

Lebih lanjut dijelaskan Banar format survey diambil langsung dari standar pengadilan Amerika Serikat, lembaga bernama National Center For State Courts (sumber: courtexcellence.com).

“Nah menjadi pertanyaan, kenapa format survey dari luar negeri? Apa tidak ada dari dalam negeri?. Memang telah ditentukan aturan Kementerian Aparatur Negara RB, ada panduan format umum survey bagi kementerian/lembaga negara,” lanjut Banar.

“Hal ini sudah dilakukan PN Manado, saat mencapai akreditasi pengadilan beberapa waktu lalu dan dinyatakan lulus,” tegas Banar.

Menurut Hakim Banar, bahwa survey dahulu untuk tingkatan nasional, namun sekarang level internasional. Hal itu yang dilakukan Ketua PN Manado Edward Simarmata.

Baca juga:  Berkas Korupsi DKP Sangihe Tembus PN Manado

“Standar survey yang dipakai sekarang adalah standar yang dipakai peradilan unggul tingkat dunia. Artinya, standar kerja PN Manado sedang diukur, apakah sudah memenuhi syarat internasional, atau tidak,” jelas Banar.

“Jadi, hasil survey ini akan dipakai untuk mengukur, sampai sejauh mana index kepuasan, baik external/pengguna, maupun internal pengadilan/ASN,” sambung Banar.

Hasil apa yang hendak dicapai, menurut Banar pembenahan pengadilan yang dipimpin oleh Ketua PN Manado berjalan senyap. Seolah menjadi ciri khasnya. Tanpa gembar-gembor, namun hasilnya langsung terlihat. Tidak hanya memperhatikan tampilan luar, tapi juga mendorong agar setiap hakim dan ASN pengadilan, dapat memberikan kemampuan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Sangat fokus pada hasil kerja,” jelasnya. (hng)

Pos terkait