LSM KIBAR Sulut Bakal Gelar Aksi Damai Bersama Ormas Untuk Ini

  • Whatsapp
LSM KIBAR Sulut saat melakukan jumpa pers terkait kasus korupsi pemecah ombak di Minahasa Utara.(foto:stewart)

indoBRITA, Manado – Adanya kasus korupsi pemecah ombak di Minut yang merugikan rakyat, hingga saat ini belum juga tuntas menjadi perhatian salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat di Sulut.

Misalnya, LSM Gerakan Indonesia Bersih Sulut saat ini serius untuk mengawal kasus tersebut, Sekretaris Jendral LSM Gerakan Indonesia Bersih (KIBAR)  Sulut, Retno Ngesti BU mengatakan, Kejati mesti menindaklanjuti apa yang telah menjadi kesepakatan.

Bacaan Lainnya

Retno meminta agar Kejaksaan Tinggi (Kejati) secepatnya menetapkan tersangka untuk kasus korupsi pemecah ombak di Minahasa Utara.

Baca juga:  Kajati Sulut Pantau Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara di TPS

“Seolah olah ini bukan masalah, padahal ini masalah besar. Kalau ada hukum pasti ada efek jerah. Kalau tidak ditindaklanjuti kami akan melakukan aksi damai bersama ribuan massa dan Ormas lainnya. Hal ini sangat penting bagi kami, khususnya bagi masyarakat dan ingat kami tidak main main,” tandasnya.

Aktivis perempuan ini juga meminta agar kasus tersebut ada kejelasan yang pasti. “Kami ingin ada kejelasan, supaya tidak terjadi lagi,”kata Retno.

Ditambahkannya, bahwa masyarakat miskin semakin miskin, khususnya di Minut tidak ada bencana alam namun seakan akan dibuat. “Selama bertugas di Sulut sudah melihat situasi korupsi. Seharusnya dari dana APBN benar benar pengunaan dana tepat sasaran. Kami sebagai LSM independen tidak ingin regenerasi bangsa ini terkontaminasi dengan sistem memperkaya sendiri,”ungkapnya.

Baca juga:  Kejati Sulut Tahan Tersangka Korupsi RSJ Prof VL Ratumbuysang

Lanjut dikatakannya, bahwa LSM KIBAR berencana bakal menurunkan ribuan massa dan Ormas di Sulut untuk melakukan aksi damai.

“Untuk aksi damai, LSM KIBAR bersama Ormas Laskar Kawanua akan melakukan koordinasi terlebih dulu bersama pihak-pihak lainnya. Dan pada aksi damai itu juga tentunya kami akan membawa bukti dan data yang ada,” pungkas Retno.(ewa)

Pos terkait