Tulude Bitung 2018, Delapan Kue Tamo Diarak Melalui Laut

  • Whatsapp
Prosesi pagelaran adat Tulude di Bitung dimana Walikota dan wakil walikota masing-masing bersama istri diarak menuju bangsal utama.(foto : Yefta)

indoBRITA, Bitung- Pagelaran pesta adat Tulude tahun 2018 digelar oleh Pemkot Bitung di Lapangan Satkamla TNI AL Aertembaga, Rabu (31/1/18).

Dalam pagelaran adat tersebut, kue tamo atau kue yang akan dipotong dalam prosesi adat didatangkan dari 8 Kecamatan yang ada di Kota Bitung serta diarak menggunakan 8 kapal motor kecil melalui laut serta dikawal oleh masing-masing camat dan lurah.

Setelah proses pemasangan selempang dan Paporong (Topi) pada Walikota dan Wakil Walikota masing-masing bersama istri, dilanjutkan dengan berjalan memasuki panggung utama dengan tari-tarian.

Baca juga:  Cegah Covid-19, Polda Sulut Fasilitasi Virtual Meeting Tahanan dengan Keluarga

Prosesi pemotongan kue tamo sendiri terdiri dari 3 pemotong tamo masing-masing dituntun seorang bocah SD, SMA dan orang dewasa.

Wali Kota Bitung, Max Lomban dalam sambutannya berharap agar Tulude dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Kota Bitung.

“Tulude kiranya terus dikembangkan sebagai bagian dari program pariwisata tahunan Kota Bitung yang dapat dinikmati wisatawan,” katanya.

Selain itu, menurut Lomban, bersama dengan Wakil Walikota Maurits Mantiri, juga berharap dukungan dan masukan dari masyarakat guna pembangunan kota Bitung ke depan.

Ketua Panitia Tulude Pemkot Bitung tahun 2018 Frangky Ladi dalam laporannya mengatakan Tulude pada hakekatnya adalah kegiatan upacara pengucapan syukur kepada Mawu Ruata Ghenggona Langi (Tuhan yang Mahakuasa) atas berkat-berkat-Nya kepada umat manusia selama setahun yang lalu.

Baca juga:  Yonarmed 19/105 Bogani Nobar Film G 30S/PKI Bersama Masyarakat Lolak

“Pengertian Tulude itu sendiri adalah melepaskan, meluncurkan, menolak atau mendorong dalam hal ini melepaskan tahun yang lama dan siap menerima tahun yang baru,” tutupnya.(yet)

 

 

 

Pos terkait