KPK Sambangi Sulut Lima Hari, Ada Apa Ya?

  • Whatsapp

IndoBRITA, Manado – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menurunkan tim ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senin (05/02/2018). Lembaga antirasuah ini berada di Bumi Nyiur Melambai hingga Jumat (09/02/2018).

Tri Gamareva, Koordinator Satgas Pencegahan Wilayah Sulawesi, mengatakan kehadiran mereka di Sulut untuk melakukan pendampingan terhadap perbaikan tata kelola, terutama tentang integrasi, perencanaan dan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, managemen Sumber Daya Manusia (SDM).

“Hal-hal seperti itu yang kita berikan pendampingan,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan di depan kantor gubernur Sulut, Senin (05/02/2018) sore.

Baca juga:  Masih Ada Masyarakat Sulut tak Percaya Covid-19, Begini Arahan Ketua DPD RI bagi Para Senator

Ia menambahkan dalam pendampingan itu, pihaknya menyarankan pemerintah daerah (pemda) punya aplikasi agar terintegrasi dan terhindar dari berbagai cela.

“Dengan aplikasi yang kita sarankan trackingnya dapat kita peroleh,” sambungnya.

Perempuan berkacamata ini menyebutkan KPK tidak hanya melakukan pendampingan terhadap Pemprov Sulut saja, namun 15 kabupaten/kota di daerah ini ikut dibantu.

“Minggu ini hanya pemetaan secara bergantian. Seperti hari ini pemprov, pemkab Minut dan Bitung. Nanti Selasa ada empat kabupaten/kota,” ujarnya.

Untuk pemetaan seluruh kabupaten/kota di Sulut, tim KPK itu dibagi dua kelompok.

Baca juga:  TAC Nilai Duet Gundhe-Lumowa akan buat AJI Manado Kian 'Mentereng'

“Kami sangat berterima kasih kepada pemprov yang telah memfasilitasi menggunakan dua ruangan sehingga acara pemetaan ini bisa kita lakukan di pemprov. Nah, untuk monitoring dan evaluasi kita biasanya turun ke daerah masing-masing,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Provinsi Sulut Edwin Silangen mengatakan tim pencegahan KPK tersebut berada di Sulut untuk berkoordinasi dan supervisi dengan pemda. Kegiatan serupa pun sudah dilakukan KPK di berbagai daerah di Indonesia.

“Tinggal 10 provinsi lagi termasuk Sulut yang belum supervisi,” katanya.(sco)

Pos terkait