PN Manado Urutan Ketiga Pengadilan Terproduktif di Indonesia

  • Whatsapp
PN Manado foto (ist)

IndoBRITA, Manado— Mahkamah Agung RI  terus memantau kinerja seluruh unit kerjanya secara “real time” hitungan menit permenit, sangat ketat. Itu semua dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pengadilan.

Nah bagaimana penilaian kinerja Pengadilan Negeri (PN) Manado, diantara lembaga peradilan lainnya. Kata Hakim Juru Bicara Pengadilan Vincentius Banar, pengadilan kebanggaan Sulawesi Utara ini terus menggeliat, bahkan melompat. Terus menerobos ketatnya persaingan antar pengadilan besar di Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Kami di PN Manado juga memantau kinerja pengadilan lain. Kami juga lakukan “adjustment/penyesuaian” untuk dapat mengejar berbagai prestasi,” kata Banar.

“Tahun-tahun sebelumnya, kita merasa siap, tetapi masih tertinggal dari pengadilan lain,” sambung Banar.

Tahun 2018 ini, PN Manado mempunyai manager baru, strategi dan pelaksanaan juga memakai teknik baru. Kelihatan sederhana dan sebelumnya sudah ada, namun sangat kreatif untuk dimanfaatkan.

Baca juga:  JMH Apresiasi Transparansi Survey Pungli PN Manado

“Tingkatan pengadilan Indonesia terbagi dalam berbagai kelas, dari Kelas II (terkecil), IB, 1A, sampai kepada 1A Khusus (tertinggi). PN Manado berada dikelompok kelas 1A. Untuk mengukur kinerja PN, Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung, membagi pengadilan dalam 4 kategori berdasar jumlah perkara yang ditangani pertahun, yaitu antara 0 – 500 perkara (terkecil), antara 501 – 1.000 perkara, lalu antara 1.001 – 2.000 perkara, dan yang terbesar adalah 2.001 perkara keatas. PN Manado berada dalam kelompok antara 1.001 – 2.000 perkara pertahun,” jelas Banar.

Dalam perlombaan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) tahun 2017 lalu, PN Manado kalah telak. Sama sekali tidak masuk hitungan. Juara pengadilan di kelompok 1.000 – 2.000 perkara per tahun adalah PN Stabat Kelas 1B  (Sumatera Utara), PN Kabupaten Kediri Kelas 1B (Jawa Timur), dan PN Kepanjen Kelas 1B (Jawa Timur).

Baca juga:  Di Denpasar, DPRD Manado Ikut Bimtek Soal Ini...

“Sedangkan juara kelompok pengadilan diatas 2.000 perkara PN Lubuk Pakam Kelas 1A (Sumatera Utara), PN Denpasar Kelas 1A (Bali), dan PN Batam Kelas 1A (Riau). Ini ilustrasi saja bagaimana meningkatnya kinerja PN Manado,’ kata Banar.

Dijelaskan Banar data perkara Januari 2017, telah putus/minutasi 197 perkara, dengan nilai SIPP 29%.

“Berdasar data perkara tanggal 5 Januari 2011, hanya dalam tempo 5 hari kerja, sudah meningkat lebih tinggi lagi, telah putus/minutasi sebanyak 271 perkara, dengan nilai SIPP melonjak cepat menjadi 39,85%. Perbandingan untuk produktifikas pengadilan yang mampu putus/minutasi diatas 250 perkara/bulan, PN Manado – 271 putus/minutasi berada diurutan ke-3, setelah PN Banjarmasin Kelas 1A (Kalimantan Selatan) – 322 putus/minutasi, dan PN Pontianak Kelas 1A (Kalimantan Barat) – 293 putus/minutasi,” jelasnya.

“Terlepas dari persaingan antar pengadilan, yang terpenting bagi kita adalah, bagaimana mencapai kepuasan pengguna pengadilan di kota Manado, dan Sulawesi Utara,” tutup Banar. (hng)

Pos terkait