Bersama Kabupaten/kota, Wowiling Bahas Isu Pertanian dan Peternakan

  • Whatsapp
IndoBRITA, Manado – Belum sebulan menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, Novly Wowiling langsung menancapkan gasnya.
Action yang dilakukan Wowiling, yakni mengumpulkan seluruh kepala dinas Pertanian dan Peternakan se Sulut.
Selasa (06/02/2018) bertempat di salah satu hotel di Kota Manado digelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pembangunan Pertanian dan Peternakan di Sulawesi Utara Tahun 2018.
Rakerda ini dibuka oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, yang diwakili Asissten II Rudy Mokoginta.
Dalam sambutan gubernur, Mokoginta mengatakan 
menjadi suatu keharusan bagi segenap komponen pembangunan terkait, utamanya instansi pemerintahan mengupayakan pembangunan pertanian dan peternakan yang berkelanjutan.
“Ini untuk memenuhi kebutuhan pangan, papan dan bahan baku industri, memperluas lapangan kerja dan lapangan berusaha, mengentaskan kemiskinan, meningkatkan pendapatan nasional, sambil senantiasa menjaga kelestarian lingkungan demi peningkatan kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.
Terkait pelaksanaan Rapat Kerja Daerah Dinas Pertanian dan Peternakan, orang nomor satu di Sulut itu mengajak seluruh peserta untuk betul-betul memanfaatkannya sebagai wahana untuk menyamakan persepsi dalam mewujudkan target utama arah pembangunan pertanian dan peternakan Provinsi Sulawesi Utara tahun 2016 – 2021.
“Khususnya di tahun 2018, guna mendukung terwujudnya kedaulatan pangan,” tandasnya.
Sebagai informasi bagi, pada tahun 2018 ini, target pembangunan pertanian dan peternakan di Sulawesi Utara meliputi peningkatan produksi komoditas pangan nasional dengan target produksi padi 613.583 ton dan jagung 539.834 ton serta cabe 16.977 ton, bawang merah 2.658 ton, dan tomat 25.238 ton untuk mengamankan produksi dan produktivitas komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi nasional.
Selain itu, meningkatkan produksi daging sapi sebanyak 3.465.639 kg untuk mendukung pemenuhan kebutuhan daging sapi dalam negeri.
Sejalan dengan itu, di tahun 2018 ini Pemprov Sulut tetap fokus pada penanaman komoditas jagung dengan luas 450.000 ha dengan target produksi 2.000.000 ton untuk mendukung peningkatan produksi komoditas jagung selain untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Disamping itu juga, untuk mendorong percepatan pencapaian target produksi padi 784.000 ton, cabe 21.311 ton, bawang merah 2.701 ton dan produksi daging sapi 3.727.783 kg melalui kegiatan upaya khusus (upsus) padi, jagung, cabe, bawang merah dan upsus sapi indukan wajib bunting (upsus siwab).
Sementara Wowiling dalam laporannya mengatakan rakerda dengan kabupaten/kota untuk mengevaluasi kegiatan program tahun anggaran 2017 dan program perencanaan kegiatan program tahun 2018 berjalan ini.
“Dalam rakerda ini kita akan membahas evaluasi program tahun 2017 yang kita temui dan program kegiatan 2018 yang menjadi prioritas pemerintah provinsi Sulut yang tentu pelaksanaannya ada di kabupaten kota,” katanya.
Selain itu kata dia dalam rakerda ini ada isu-isu yang menarik dan strategis yang akan kami diskusikan.
“Terutama yang terkait dengan peningkatan produksi tanaman pangan dan peternakan termasuk peningkatan produktivitas, antara lain isu-isu tentang pembangunan irigasi air, kemudian isu-isu strategis tanaman pangan dan lainnya terkait dengan pembangunan pertanian dan peternakan yang ada di wilayah Sulut,” bebernya.(sco)
Baca juga:  Rapat Dipimpin Tyas Fatoni, Gerakan Sulut Bermasker Dimatangkan

Pos terkait