Kubur Baru di Desa Kawangkoan Kalawat Bakal Dibuat Seperti Taman Makam Pahlawan

SUASANA pemindahan jenasah dari kubur lama ke kubur yang baru dan sejumlah keluarga yang hadir melihat langsung.(foto: boy)

IndoBRITA, Minut—Pemindahan kubur yang dilakukan pihak pengembang jalan tol Manado-Bitung terus berlangsung. Dari pantauan, di lapangan, Selasa 6 Februari 2018, sejumlah kubur keluarga warga Desa Kawangkoan I Kecamatan Kalawat sudah dipindahkan satu persatu ke tempat penguburan baru yang disiapkan oleh pemerintah.

Memang dari informasi yang didapat sebelumnya dari sebagian warga, pemindahan di lokasi yang baru terlihat pemakaman dilakukan layaknya kuburan massal. Akan tetapi dari keterangan salah satu perangkat desa Sem Mambo, membantah jika penanaman peti jenasah hanya begitu saja.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  The Legend Of PNS Gaul Minut Berpulang, Selamat Jalan Adrianto Lakoro

“Ini belum selesai, nantinya setelah tanah kuburnya kering, diatasnya nanti akan dicor dengan beton. Soalnya kalau sekarang dicor, takutnya miring karena tanahnya masih lembek. Pokoknya, nanti makam ini akan selesai seperti model taman makam pahlawan pokoknya seragam. Disini juga yang perangkat desa makamnya dipisahkan dengan masyarakat begitu juga dengan makam para camat,” tutur Mambo.

Sementara salah satu keluarga Margaretha Ofline Tampah warga Desa Kawangkoan 1 Kalawat yang mengantar jenasah ayahnya yang dipindahkan, mengaku baru tahu jika kondisi makam yang baru antara Desa Kawangkoan Kalawat dengan Desa Kawangkoan Baru berbeda, setelah melihat berbagai postingan di media sosial.

“Kalau kita bandingkan tentu berbeda sangat jauh, kami pikir ini sangat tidak logis apalagi soal pembayaran bongkar makamnya. Dimana untuk makam tanah hanya dibandrol Rp100 ribu per satu makam yang semi beton Rp1,5 juta, dan permanen diatas Rp1,5 juta,” terang Tampah.

Baca juga:  Polres Minahasa Utara Amankan Spesialis Curanik yang Beraksi Disejumlah Gereja

Disinggung soal pembayaran, Tampah mengatakan pembayaran dilakukan dengan pemanggilan satu per satu. Berbeda waktu dilakukan sosialisasi kami semua dikumpul. Jelas ini jadi pertanyaan kami.

“Yang mengherankan, isi kwitansi hanya ada nama makam tanpa ada nominal pembayaran. Untuk itu, kami warga berharap pemerintah dalam hal ini perangkat desa bisa bijaksana dan bekerja dengan baik. Kami tidak peduli dengan tuntutan bayaran, namun pemindahan ini seharusnya dilakukan dengan baik jangan ada perbedaan,” ucap Tampah.(rus)

Pos terkait