Menu

Karena Ini GMIM Hilang Dua Kolom dan Satu Lingkungan di Manado Lenyap

  Dibaca : 879 kali
Karena Ini GMIM Hilang Dua Kolom dan Satu Lingkungan di Manado Lenyap
Rumah warga penghuni wisma stadion klabat yang di bongkar.

indoBRITA, Manado – Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dipastikan ke-hilangan dua wilayah/kolom pelayanan. Kedua kolom itu masing-masing Kolom 30 dan Kolom 31 Jemaat GMIM Bethesda Ranotana, Manado.

Tak hanya itu, di Kota Manado juga akan kehilangan satu lingkungan, yakni Lingkungan VI Kelurahan Ranotana di pastikan lenyap. Hal ini terjadi karena kepen-tingan proyek dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Di mana pemerintahan yang dipimpin Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw mengambil langkah ekstrim dengan menggusur perumahan yang ada di Kompleks Stadion Klabat, Kelurahan Ranotana, Kecamatan Sario.

Proses penggusuran sedang dilakukan, dimana di perumahan ini sendiri bermukim ratusan kepala keluarga (KK) warga GMIM serta ribuan penduduk ber-KTP Manado.

Warga yang bermukim di lokasi ini adalah para abdi negara serta birokrat senior yang telah berjasa bagi Sulawesi Utara. “Kalau pemerintah tidak mengambil langkah ini, maka Sulut akan kehilangan Rp20 miliar dari APBN untuk proyek pembangunan rusunawa. Jadi sayang kalau Sulut harus hilang uang sebanyak itu,” beber Karo Perlengkapan Setda Pemprov Sulut, Jemmy Ringkuangan.

Baca juga:  GAMKI Minsel Gelar Kegiatan Peduli Kasih Masyarakat Marginal

Dirinya pun secara lantang saat bertemu warga setempat, baru-baru ini dan berjanji untuk warga yang tinggal di wisma stadion klabat yang akan digusur bakal menjadi prioritas sebagai penghuni ketika rusunawa berbandrol Rp20 M tersebut selesai dibangun.

Namun masyarakat di kompleks ini menilai ucapan Ringkuangan itu hanyalah janji politik. “Tak perlu ujar janji di sini karena itu adalah janji politik,” tegas Jandry Kandores mewakili para warga saat pertemuan.

Menurutnya, warga di Kompleks Stadion Klabat adalah masyarakat yang tahu diri serta mendukung program pemerintah.
Apalagi perumahan itu adalah milik pemerintah.

Namun di satu sisi, para warga kecewa karena tidak ada sedikit pun penghargaan dari pemerintah kepada warga yang selama kurang lebih 40 tahun menjaga dan merawat aset milik pemerintah tersebut.

Baca juga:  Yuliganto dan Abdul Gafur Juara Sayembara Maskot-Jingle Pilkada

“Karo Perlengkapan (Ringkuangan) janji mo sumbang truk for torang ba angka barang. Mar ternyata nyanda jo kote,” sindir sejumlah warga.

Di satu sisi, warga jemaat yang akan digusur menyampaikan terima kasih ke BPMJ GMIM Bethesda Ranotana Manado yang memfasilitasi proses pindah jemaatnya.

“Terima kasih untuk gereja yang so se pinjam kendaraan pick-up dan juga truk untuk kami di sini. Torang so nyanda mo ba harap tu Ringkuangan pe janji mo kase pinjam truk,” semprot warga lainnya sembari menilai Jemmy Ringkuangan cuma ‘jual kecap’ saat pertemuan lalu.

Sementara dari pantauan, masyarakat di kompleks tersebut sejak pekan lalu mulai mengemas dan mengangkut barangnya masing-masing untuk pindah. Namun satu yang menarik, meski sudah akan digusur, aktivitas ibadah kaum ibu, kaum bapa serta ibadah kolom, masih dilaksanakan jemaat di dua kolom itu pada pekan lalu.(ewa/**)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional