Polres Minut “Setajam Silet” Ungkap Pembunuhan Sadis Desa Paniki Atas

  • Whatsapp
KAPOLRES Minut Alfaris Pattiwael didampingi Wakapolres Dewa Made Palguna dan Kasat Reskrim Ronny Maridjan saat memperlihatkan salah satu Babuk Sajam yang digunakan menghabisi nyawa Teddy Emor.(foto: boy)

IndoBrita, Minut—Pascapengeroyokan dan penyerangan oleh 13 pelaku dengan menggunakan Senjata tajam (Sajam), sehingga menyebabkan Teddy Emor (35) warga Desa Paniki Atas Jaga V Kecamatan Talawaan tewas mengenaskan, Polres Minut dan Polsek Dimembe bergerak bak bayangan mengejar para pelaku.

Dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Minut AKP Ronny Maridjan Ssos, sekitar pukul 01.00 Wita, Senin 19 Februari 2018 dini hari usai mengumpulkan sejumlah keterangan para saksi di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), satu persatu para pelaku berhasil diciduk bersama dengan Barang bukti (Babuk) hingga sekitar pukul 10.00 Wita di Kelurahan Mapanget Barat (Desa Koka) Kecamatan Mapanget Kota Manado.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Polisi Amankan 2 Warga Tatapaan Pelaku Kekerasan Terhadap Mahasiswa

“13 pelaku ini diamankan satu lokasi dan tanpa perlawanan. Dari para pelaku ini, sangat disayangkan ada empat orang yang masih di bawah umur, bahkan ada salah satu oknum honorer yang bekerja di instansi pemerintahan,” tutur Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael.

Dari hasil interogasi, sebagian pelaku mengakui hanya ikut dalam pembunuhan sadis tersebut. Namun hal itu tidak mudah dipercaya oleh pihak kepolisian, pasalnya akibat kejadian tersebut ada korban jiwa.

“Kita masih mengorek keterangan dari 13 pelaku ini, untuk mencari tahu peran masing-masing pelaku dalam menghabisi nyawa korbannya yakni Teddy Emor. Saat ini kita menetapkan dua pelaku utama masing-masing MM (21) dan AM alias Puti (21) warga yang sama,” ungkap Pattiwael sembari meminta agar semua pihak bisa menahan diri terkait masalah tersebut.(rus)

Baca juga:  Menpora Tinjau Kejuaraan Tinju Kapolri Cup II di Manado

Pos terkait