IRT Tewas Tertindih Mobil

IRTtertindih mobil mitsubishi L 300, dengan nomor polisis DL 8296 C

IndoBRITA,Sitaro – Tragis nasib dialami oleh seorang ibu rumah tangga (irt) bernama Florensia Kaaro (43), warga Desa Peling, Kecamatan Siau Barat. Dia tewas, setelah tertindih mobil mitsubishi L 300, dengan nomor polisis DL 8296 C, yang ditumpangi bersama rekan-rekannya.

Kejadian mengenaskan ini terjadi, sekira pukul 13:00 WITA, di Jalan Luaha, Kecamatan Tatahadeng. Data yang berhasil dirangkum menyebutkan, saat itu mobil yang dikendarai oleh AS alias Alvits (47) warga yang sama, mengendarai mobil dengan tujuan ke Desa Kanang (kampung tumbira), dengan membawa penumpang sebanyak 23 orang.

Diduga karena sudah over kapasitas dan kebetulan saat di jalan tanjakan dan bertikungan mobil sudah tidak dapat berjalan lagi akibat tanjakan, sehingga Mobil bergerak mundur kurang lebih 4 meter dan jatuh ke jurang pinggir jalan kurang lebih 3 meter.

Baca juga:  Polresta Manado Amankan Pelaku Persetubuhan Terhadap Perempuan di Bawah Umur

Akibatnya, penumpang yang berada dalam mobil tersebut keluar dari dalam mobil setelah jatuh di jurang. Nah, disitulah korban Florensia yang kebetulan berada paling belakang mobil langsung terlebih dahulu terpental dan akhirnya tertindih body mobil bagian belakang.

Dengan dibantu warga setempat korban langsung dilarikan ke Puskesma Ulu, namun sayang, sekira pukul 14:30 WITA, nyawa korban tidak bisa tertolong lagi. Selain korban meninggal, akibat kecelakaan tersebut, 4 lainnya mengalami luka- luka lecet.

AS saat diamankan petugas, mengungkapkan jika saat itu ia tidak bisa lagi mengendalikan mobil tersebut, karena saat itu ada mobil yang terparkir saat ditanjakan, dan kebetulan saat itu juga sedang turun hujan lebat.

Baca juga:  Pemprov Sulut Dukung Transportasi Udara di Sangihe dan Talaud

“Saat berada di tengah jalan yang agak tinggi tanjakannya, ada sebuah mobil yang berlawanan arah hendak turun. Tak terhindarkan, mobil jatuh di sebelah kiri badan jalan yang ketinggiannya sekitar 2 meter,” terang AS pada petugas.

Kapolsek Sitim IPTU Teddy Malamtiga, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Sementara kasusnya masih dalam penyelidikan lanjut,” singkat Kapolsek.(lie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *