Soal Rastra, Kumtua Tatelu Rondor: Ganti Nama, Saya Yang Dipenjara

  • Whatsapp

IndoBRITa, Minut-Terkait penutupan Kantor Hukum tua (Kumtua) Desa Tatelu Rondor Kecamatan Dimembe waktu lalu oleh warga dikarenakan Penjabat (Pj) Kumtua Johanis Tuegeh dituding enggan menerima nama-nama penerima beras sejahtera (Rastra), akhirnya terjawab.

Kumtua Desa Tatelu Rondor Johanis Tuegeh yang dikonfirmasi, Senin 26 Februari 2018, mengatakan, mereka salah pengertian terkait hal itu. Bukan saya tidak mau mendengar aparat desa saya, tapi semua sesuai dengan aturan.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Sulut, Bukan Lagi ‘Nyiur Melambai’ tapi ‘Sawit Melambai’

“Semua penyaluran Rastra itu dikeluarkan oleh Dinas Sosial sesuai nama-nama yang sudah di data. Saya tidak punya hak untuk mengganti tanpa ada rapat dengan Badan Pemerintah Desa (BPD). Karena jika saya lakukan maka saya yang akan di penjara karena mengambil hak orang lain,” tegas Tuegeh.

Dijelaskan Tuegeh, untuk pembagian Rastra di Desa Tatelu Rondor ada sebanyak 105 penerima, dan itu sudah sesuai data dari Dinas Sosial dan telah ditempel di Kantor Kumtua.

“Rastra itu disalurkan sesuai nama yang terdaftar, kalau tidak sesuai maka tidak akan menerima. Bukan saya menahan, tapi jika hendak mengganti nama maka itu harus ada berita acaranya dan rapat bersama BPD,” tandas Tuegeh.

Baca juga:  Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Pemecah Ombak Likupang Tahap Dua

Sebelumnya, sejumlah warga Desa Tatelu Rondor melakukan penyegelan terhadap Kantor Kumtua sejak Jumat 23 Februari 2018 dan dibuka Senin 26 Februari 2016. Pasalnya, nama-nama yang disodorkan Pala baik 1,2, dan 3, ditolak Kumtua.(rus)

Pos terkait