Terkait Limbah Produksi, PT Unicotin Menyangkal

  • Whatsapp

IndoBRITA, Minut-Menindaklanjuti keluhan warga untuk kesekian kalinya terkait dugaan limbah PT United Coconut Tina Indonesia (Unicotin) di Sarongsong 1 Kecamatan Airmadidi, Dewan kabupaten (Dekab) Minahasa Utara (Minut), kembali menyambangi pabrik PT Unicotin, Selasa 27 Februari 2018.

Bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Minut, Dekab Minut melalui Komisi 1 yang ditemani Kepala dinas Tineke Rarung, langsung meninjau lokasi yang diduga tercemar dan masuk ke saluran air warga. Bahkan warga sekitar tidak bisa lagi menikmati air bersih.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Minut Gelar Kegiatan Color Fun

“Kunjungan ini berdasarkan keluhan dan laporan dari masyarakat yang dikeluhkan melalui media massa dan online. Sehingga kami perlu melakukan pengecekan, dan ternyata benar air di selokan sudah berubah warna,” tutur Ketua Komisi II Drs Moses Corneles.

Kepala DLH Minut Tineke Rarung mengatakan, lokasi dalam kondisi sudah baik. Masalah ini terjadi karena adanya beberapa alat yang mengalami kerusakan. “Semua alat sudah diganti, sehingga warga tidak usah khawatir lagi,” terang Rarung.

“Iya namun saat alat tersebut sudah diganti dan pasti tidak akan ada lagi limbah lain mengalir ke erea lingkunga masyarakat,” ujar dia.

Dilain pihak, PT Unicotin melalui General manager Alexander Galla membantah jika telah terjadi pencemaran lingkungan di sekitaran pabrik. Karena menurutnya, perusahaan mereka bahan dasarnya kelapa yang diolah menjadi tepung.

Baca juga:  Pemkab Minut Terus Lakukan Sosialisasi Bagi Wajib Pajak

“Itu bukan limbah, karena sesuai dengan parameter tepung kelapa memang warnanya seperti itu, dan kami menolak jika dikatakan meracuni warga,” tandas Galla.

Dijelaskan Galla, memang kondisi saat ini masih ada yang kurang terkait proses pengolahan limbah, dan untuk alat yang dipesan baru sampai. “Semoga dengan adanya pemasangan alat tersebut, hasil pengolahan limbah kami akan jauh lebih baik lagi,” jelas Galla.

Soal aroma atau bau yang menyengat, Galla menegaskan bau tersebut bukan berarti dari perusahaan, apalagi air selokan itu bukan hanya dari perusahaan saja. Bau menyengat mungkin dari sampah-sampah yang sembarang dibuang. Karena kami juga sering membersihkan selokan,” tutup Galla.(rus)

Pos terkait