Penilaian SIPP MA, PN Manado Belum Capai 50%

  • Whatsapp
PN Manado foto (ist)

IndoBRITA, Manado—Usaha untuk keluar dari zona merah terus ditingkat Pengadilan Negeri (PN) Manado, terkait penilaian Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) dari Mahkamah Agung (MA) RI.

Menurut informasi Juru Bicara Hakim PN Manado, posisi penilaian SIPP PN Manado oleh pihak MA RI, belum menembus angka 50%. Itu berarti masih berada pada status zona merah atau belum berada di jalur kuning. “Akhir Februari 2018, PN Manado hanya 48%,” sebut Banar.

Bacaan Lainnya

Adapun diungkap Banar, petugas Admin PN Manado, Eva Fridona telah memberikan penjelasan kepada Ketua PN Manado, Edward TH Simarmata. Apa yang menjadi kendala sehingga proses pelaporan IT di PN Manado mengalami kendala, sehingga proses SIPP PN Manado belum bisa menyentuh jalur kuning.

Baca juga:  Tim WCD Ajak Warga Sangihe Gabung dalam Aksi 21 September 2019

“Ibu Eva telah melaporkan kepada Bapak Ketua PN Manado bahwa server IT sangat tidak memadai, tidak ada box, dan kapasitas sangat terbatas,” tutur Banar.

Namun bukanya memarahi petugas Admin, Simarmata justru terus memotivasi kinerja pegawainya itu. “Ketua cuman bilang ibu Eva dan seluruh petugas di PN Manado jangan minder karena fasilitas terbatas. Kita perlu hasil kerja, bukan sekadar kosmetik,” papar Banar. “Nilai SIPP 48% sudah jauh melebihi target, karena diprediksi akhir Februari hanya mampu mencapai 32%,” lanjutnya, mencoba mengutip kembali kalimat yang dikeluarkan Simarmata.

Baca juga:  Diduga Melalukan Perbuatan Tidak Menyenangkan, Oknum Polisi Dipropamkan

Lebih dari itu, Simarmata berharap segenap keluarga besar PN Manado untuk terus berkosentrasi pada tugas dan hasil, tanpa harus membanding-bandingkan dengan tingkat kinerja pengadilan lainnya.

“Bapak Ketua juga mengatakan jangan lihat pengadilan lain. Konsentrasi saja pada tugas, dan sasaran kita sendiri. Setiap pengadilan berbeda beban kerja. Tidak bisa disamakan. Kalau dibandingkan, harus pengadilan besar dengan besar, pengadilan kecil dengan kecil, atau pengadilan sedang dengan sedang,” tutup Banar.(hng)

Pos terkait