Tergiur Tubuh Molek Kembang, Opa 58 Tahun Ngos-ngosan

KASAT Reskrim Minut Ronny Maridjan

IndoBRITA, Minut—Nasib apes menimpa sebut saja Kembang (19) warga Kelurahan Airmadidi Bawah. Pasalnya, dengan beringas lelaki PL alias Paul (58) warga yang sama yang sudah dianggap sebagai keluarga sendiri, nekad melakukan tindakan cabul terhadap dirinya.

Entah tidak tahan melihat tubuh molek Kembang, nafsu bejat PL untuk menikmati tubuh Mawar sudah tidak terbendung lagi. Dimana, Minggu 4 Maret 2018 sekitar pukul 06.30 Wita saat melihat Kembang tertidur terlentang di sofa rumahnya, pelaku bak seorang ninja langsung menyergap dan menindih korban. Dengan cekatan, pelaku menggerayangi tubuh mungil Kembang.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Pelayanan, Kabag Ops: Piket Jaga Jangan Pernah Kosong

Merasa ada yang menindih tubuhnya, Kembang berusaha bangun dan alangkah kagetnya saat melihat pelaku tengah ngos-ngosan menggerayangi tubuhnya. Dengan sekuat tenaga, korban berusaha melakukan perlawanan dan berhasil menendang pelaku hingga tersungkur.

Namun karena sudah dirasuki setan cabul, pelaku kembali bangun dan kembali berusaha menindih tubuh korban, namun kali ini Kembang benar-benar sigap dan melawan pelaku. Karena sudah ketahuan, pelaku langsung melarikan diri.

Ibu korban yang mengetahui hal tersebut usai menerima laporan Kembang, sangat sedih. Karena dari penuturan korban, pelaku sudah melakukan tindakan pncabulan tehadap firinya sejak tahun 2014. “Untuk itu saya selaku ibu kandung sangat keberatan dengan perbuatan pelaku. Dia sudah merusak mental, moral, bahkan masa depan anak saya,” keluh sang ibu sambil mengusap airmata.

Baca juga:  Buang Sampah Sembarang di Jalur Matungkas Kena Sanksi Adat Desa

Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Ronny Maridjan membenarkan kejadian itu. “Saya sudah terima laporan itu, dengan Nomor LP/ 156 / III / 2018 / tanggal 4 Maret 2018 pelapor an Kembang (nama disamarkan), dengan terlapor, pria PL alias Paul (58) yang kesehariannya sebagai petani. Pelaku sudah diamankan, dan kasus tersebut masih dalam pengembangan.(rus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *