Menu

Stop Ujaran Kebencian di Media Sosial

  Dibaca : 208 kali
Stop Ujaran Kebencian di Media Sosial
Kapolres Bolmong AKBP Gani F Siahaan

IndoBRITA, Manado—Dugaan penyebar berita hoax di salah satu akun media sosial rupanya bersiap-siap untuk menghadapi proses hukum jika terbukti bersalah. Bahkan, para pelaku terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Dikutip dari salah satu media online nasional, Kepolisian Republik Indonesia terus mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan kabar bohong (hoax) di media sosial. Sebab, Polri akan menjerat penyebar hoax di media sosial atau internet dengan pasal 28 ayat 1 Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Terkait hal itu, Kapolres Bolmong AKBP Gani F Siahaan, dalam setiap kesempatan terus mengimbau masyarakat Bolmong agar tidak terbawa emosi dan menyalurkannya di Medsos.

Baca juga:  Gara-Gara Singkong, Kusoy Meregang Nyawa

“Dengan Media Sosial yang berbasis android, sekarang ini serasa berada di ujung jari, sekali kita memposting atau berkomentar seluruh dunia langsung membaca, dan jika itu berbau provokatif dan atau ujaran kebencian akan berdampak kemana-mana yang bukan tidak mungkin dapat buruk bagi pengguna medsos,” ujarnya.

Ia berharap seluruh masyarakat bijak dalam penggunaan media sosial, tanpa hoax, ujaran kebencian maupun provokasi.(hng)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional