Produksi Cabe 45 Ton per Tahun, Sitaro Bergantung Suplai Daerah Lain

  • Whatsapp
Kadis Pangan dan Pertanian Sitaro Ir Jemes Maksenda (foto: carlie)

IndoBRITA, Sitaro – Kebutuhan konsumsi cabe masyarakat Kabupaten Sitaro mencapai angka 226 Ton setiap tahunnya. Bila dibandingkan dengan hasil produksi daerah yang hanya mampu menghasilkan 45 ton setiap tahun, maka ada defisit sekitar 181 ton cabe setiap tahunnya. ” Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, maka kita harus mendatangkan cabe dari luar daerah,” ungkap Kadis Pangan dan Pertanian Sitaro Ir Jemes Maksenda.

Hal ini berdampak pada harga cabe di pasar-pasar tradisional yang ada di Kabupaten Sitaro cenderung mengikuti harga yang berlaku di daerah lain. “Tentu selain itu, faktor cuaca ikut mempengaruhi harga di pasar-pasar tradisional yang ada,” lanjutnya.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, Stok Bapok di Sangihe Aman

Pemerintah daerah menurut Makasenda bukannya tanpa solusi dalam menyikapi permasalahan yang ada ini, namun faktor ketersedian lahan untuk meningkatkan jumlah produksi menjadi kendala yang utama. Ia menjelaskan, untuk memproduksi cabe sebanyak 226 ton setiap tahunnya di butuhkan lahan dengan luas sekitar 56 hektar.

Sementara lahan yang terdata hingga saat ini baru seluas 22 hektar. Dimana jumlah ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang hanya sekitar 15 hektar. “Tahun ini kita mentargetkan untuk bisa memproduksi sekitar 60 ton cabe. Untuk itu kepada kelompok-kelompok tani yang ada, di salurkan bantuan bibit serta pendampingan oleh penyuluh pertanian,” kata Makasenda seraya berharap ada komitmen dari semua pihak agar lahan yang sudah ada ini nantinya tidak di konversi ke bentuk tanaman lain. (lie)

Baca juga:  Raih WTP Lima Kali Berurutan, Toni Supit : Hadiah Terindah di Akhir Masa Jabatan

Pos terkait