Dugaan Pemalsuan Dokumen, Oknum Narapidana Dipolisikan

  • Whatsapp
penasehat hukunya Johanes J Budiman dan Teuku Pupun Zulkifly, membuat laporan di Polda Sulut.

IndoBRITA, Manado—Diduga telah melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen ahli waris. Lelaki berinisial HK alias Hengky, dilaporkan oleh korban Novi Poluan melalui penasehat hukunya Johanes J Budiman dan Teuku Pupun Zulkifly, ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (9/3/2018).

Hengky sendiri yang telah berstatus Narapidana, kembali melakukan aksinya dalam kasus serupa dengan mengajukan permohonan eksekusi untuk seluruh aset dari Firma Lie Boen Yat & Co dan NV Bouw Maatschappy Lie Boen Yat & Co, NV Celebes Molukken cultur Maatschappy dan NV Bouw Mattschappy noor Celebes termasuk wisma cabang,  menggunakan putusan perkara yang telah disita dan ditetapkan sebagai bukti perkara perdata atas kasus pemalsuan.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Ditlantas Polda Sulut Gelar Bhakti Sosial, Pemeriksaan Rapid Test Gratis

Dijelaskan Budiman, terlapor Hengky telah divonis pidana dengan hukuman 1 Tahun 4 penjara dan diperkuat dengan putusan Pengadilan Tinggi (PT) dan Kasasi.

“Disitu Hengky mengatakan secara sukarela, bahwa secara sadar mengakui serta memohon maaf kepada ahli waris sebenarnya dan mengaku dia bukan adalah seorang ahli waris,” ujar Budiman.

Ia pun menghimbau, masyarakat jangan sampai teriming-imingi dengan pengakuan Hengky sebagai ahli waris serta telah melakukan jual-beli.

“Selama ini Hengky melakukan penjualan yang bukan haknya, dimana masyarakat jadi korban. Kita minta kepada masyarakat agar tidak tertipu untuk membeli aset-aset palsu atas nama Hengky,” jelasnya.

Baca juga:  Unit K-9 Ditsamapta Polda Sulut Gelar Meet and Greet Bersama Komunitas Pecinta Anjing

Menurutnya Hengky dapat dijerat dengan hukuman penjara diatas 5 Tahun penjara sesuai dengan pasal 263 dan 264 KUHP.

“Bukti yang kami lampirkan yaitu Aanmaning adalah permohonan eksekusi yang dilakukan oleh Hengky kepada Pengadilan. Sehingga dengan permohonan tersebut Pengadilan mengeluarkan Aanmanin. Itu dasar kuat buat melaporkan kasus ini ke Kepolisian,” jelas Budiman.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo ketika dikonfirmasi membenarkan laporan tersebut.

“Laporannya telah kami terima dengan nomor laporan polisi STTLP/226.a/III//2018/SPKT. Kerugian yang dialami korban mencapai 15 Triliun Rupiah. Kita akan proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” jelas Tompo.(hng)

Pos terkait