Ruas Jalan Ir Soekarno Kini Mulai Terlihat Kumuh

  • Whatsapp

IndoBRITA, Minut-Mulai menjamurnya pedagang kaki lima sepanjang ruas jalan Ir Soekarno, terlebih sejak monumen zero point berdiri, sepatutnya sudah harus diperhatikan serius oleh Pemerintah kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut).

Pasalnya, keberadaan kaki lima yang menjajakan berbagai macam barang dan makanan mulai dari minuman segar, buah-buahan, kaca mata, lukisan, hingga perabotan dan lain-lain mulai terlihat sembrawut.

Bacaan Lainnya

Bahkan awalnya para penjual menjajakan dagangan menggunakan kendaraan. Tapi kini satu persatu bangunan lapak semi permanen mulai berdiri dibeberapa titik.

Baca juga:  Butuh 4.662 Personil, KPU Minut Buka Penerimaan Petugas KPPS Hingga 27 Maret 2019

Hal ini membuat sebagian warga yang melintas mulai resah, dikarenakan kondisi tersebut mulai mempersempit ruas jalan, terlebih jika ada kendaraan yang berhenti disisi jalan.

“Akibatnya apa macet. Apalagi yang pas berada di belokan zero point, jika tidak hati-hati bisa mengakibatkan kecelakaan. Belum lagi lapak-lapak semi permanen yang sepertinya sudah dijadikan tempat tinggal. Pemerintah patut memperhatikan sebelum terlambat. Karena jika hanya dibiarkan seperti ini tanpa ada penataan yang baik, maka sepanjang area jalan Ir Soekarno bakal terlihat kumuh,” tutur Eca Namangge warga Desa Laikit Kecamatan Dimembe.

Baca juga:  Tidak Ada Perhatian Pemerintah, Lubang di Jalan Ir Soekarno Telan Korban

Menanggapi hal itu, Sekretaris kabupaten (Sekkab) Minut Ir Jimmy Kuhu mengatakan, soal penataan para pedagang di sepanjang ruas jalan Ir Soekarno, pihaknya sudah meminta Satpol-PP untuk lakukan pengawasan.

“Kita belum ada peraturannya terkait hal ini, untuk itu kami akan melakukan kajian agar nantinya busa secepatnya melakukan penataan yang baik bagi mereka. Jadi untuk sementara, kami masih memberikan kelonggaran dan bila waktunya tiba untuk penataan, maka para pedagang harus menerima tanpa ada perlawanan,” tegas Kuhu, Kamis 15 Maret 2018.(rus)

Pos terkait