Tenaga Kerja Konstruksi Wajib Memiliki Sertifikat Kompetensi

  • Whatsapp
pekerja bangunan. foto (ist)

IndoBRITA, Manado—Tenaga kerja kontruksi di Sulut, wajib memiliki sertifikat kompetensi. Hal itu diatur dalam Undang-Undang (UU) RI Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Nah, pihak terkait yakni Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Sulut, terus melaksanakan sosialisasi agar tenaga kerja konstruksi dibekali sertifikasi kompetensi.

Saat ditemui awak media, Selasa (20/3/2018), Stenly Kansil selaku Ketua Pengarah Jasa Konstruksi di LPJK Sulut, menerangkan bahwa sertifikasi ini bersifat wajib dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Semua bas-bas (tenaga kerja konstruksi-red) wajib hukumnya untuk memperoleh sertifikasi, ini Undang-Undang (UU) RI Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi yang bilang,” terang Kansil.

Baca juga:  5.7 Miliar Uang Negara Diselamatkan Kejaksaan

Lebih lanjut, dirinya mengemukakan bahwa pasal 70 secara rinci telah menjelaskan mengenai wajib hukumnya tenaga kerja konstruksi memiliki Sertifikasi Kompetensi Kerja.

“Dengan adanya sertifikasi ini, standar upah pekerja tentu naik, dan para kontraktor tidak bisa lagi seenaknya memberikan upah,” tegas Kansil, memberi gambaran tentang nilai perlindungan tenaga kerja yang termuat dalam Pasal 73 Undang-Undang tersebut.

Terkait pendaftaran sertifikasi, Kansil menuturkan pelaksanaannya tidak dipungut biaya. Dan tenaga kerja konstruksi hanya dapat memilih satu keahlian sertifikasi, sekalipun dapat mengerjakan banyak hal di pekerjaan bangunan.

Baca juga:  Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, KPU Bitung Gelar Simulasi Pemungutan Dan Penghitungan Suara

Selain itu, Kansil menambahkan bahwa proses sosialisasi sertifikasi ini telah dilakukan pihaknya di beberapa wilayah Sulut. Dan berharap para tenaga kerja konstruksi di Sulut segera mendaftarkan diri untuk menerima pembekalan serta pelatihan sertifkasi. (hng)

Pos terkait