Tidak Ada Permainan Proyek, Kepel: Proses Lelang Melalui LPSE

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sulawesi Utara Steve Kepel.
IndoBRITA, Manado – Seluruh paket proyek sudah lewat Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Menurut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulawesi Utara Steve Kepel, melalui sistem itu proses lelang transparan dan tidak ada ‘permainan’.
“Proses pelelangan proyek memang sesuai aturan dilakukan lewat LPSE,” kata Kepel kepada IndoBRITA di Manado, Selasa (20/03/2018).
Dengan adanya proses lelang secara terbuka ketahuan mana saja perusahaan yang mengikuti dan menang proyek. Sayangnya, ada sejumlah perusahaan yang belum terbiasa dengan mekanisme itu, membuat pihak ketiga ikut kelabakan.
“Penyebab gugurnya peserta bahwa setiap rangking dari setiap perusahaan yang memasukan penawaran tidak menentukan dialah pemenang. Tapi ada evaluasi yang sifatnya teknis,” jelasnya.
Nah bagi rekanan atau penyedia jasa yang merasa tak puas atas hasil yang sudah diterbitkan oleh pokja, bisa melakukan sanggahan. Namun sanggahan itu harus ada jaminan dengan sejumlah uang.
“Kalau sanggahan tidak terbukti benar maka jaminan itu mati masuk ke kas daerah,” katanya.
Kemungkinan karena biaya jaminan yang cukup besar banyak perusahaan enggan melakukan sanggahan.
“Mekanismenya sudah jelas di LPSE. Jika tak puas silahkan banding. Tapi, sanggahan itu harus ada jaminan,” tukas Kepel.(sco)
Baca juga:  Gubernur Olly Bersama Istri Hayati Ibadah Minggu Sengsara IV

Pos terkait