Desa Tinongko Bakal Jadi Wisata Baru Sejuta Mangrove

  • Whatsapp
CAMAT Wori Edward Tamamilang (kanan) bersama Kepala Balai Taman Nasional Bunaken Fariana Prabandari (kiri) saat memasang transplantasi karang untuk pelestarian ekosistem terumbu karang di Desa Tinongko.(foto: boy)

IndoBRITA, Minut—Desa Tinongko Kecamatan Wori yang berada di pulau Mantehage yang masuk dalam wilayah Minahasa Utara (Minut), bakal menjadi salah satu destinasi wisata baru yang akan mengangkat keindahan taman mangrove. Ini usai Balai Taman Nasional Bunaken (TNB) menyatakan, akan menjadikan Mantehage dan sekitarnya tidak kalah dari Bunaken.

Hal ini mendapat respon baik dari Pemkab Minut dalam hal ini Bupati Vonnie Panambunan melalui Camat Wori Edward Tamamilang yang hadir dalam kegiatan penanaman mangrove di Desa Tinongko, Sabtu 24 Maret 2018. Menurut Tamamilang, Bupati sangat mendukung kegiatan yang dilakukan TNB di Desa Tinongko.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  50 Personel Polres Minsel Kawal Malam Grand Final Toar - Lumimuut 2019

“Ini sangat luar biasa, karena akan membawa kesejahteraan di Desa Tinongko khususnya warga di Pulau Mantehage. Jika ini terlaksana, maka Pulau Mantehage bisa menjadi wisata yang tidak kalah bagus dari Bunaken. Untuk itu, Bupati Minut sangat salut apa yang dilakukan Balai TNB, karena secara langsung ikut melestarikan lingkungan hidup terutama menjaga pertumbuhan mangrove,” tutur Tamamilang, sembari menghimbau warga untuk menjaga baik-baik pertumbuhan mangrove di Pulau Mantehage.

Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Bunaken DR Fariana Prabandari S Hut MASI mengatakan, kegiatan penanaman mangrove ini dimaksudkan untuk menjaga mangrove dan perkembangannya, sengaja dihadirkan dan mengajak anak-anak sekolah untuk bisa mengetahui dan menjaga mangrove di Desa Tinongko ini.

Baca juga:  Teknik Mesin Politeknik Negeri Manado Gelar Penyuluhan dan Baksos

“Ini khusus di Pulau Mantehage karena mereka yg terdekat. Kegiatan ini juga sekaligus sosialisasi menjadikan Mantehage sebagai desa wisata baru. Kita akan membangun jembatan mangrove agar bisa dinikmati turis nantinya, kami berharap ada dukungan dari Pemkab Minut. Selain menanam mangrove, kami juga melakukan transplantasi karang untuk pelestarian ekosistem terumbu karang,” tutup Prabandari.(rus)

Pos terkait