Sulut Kebagian Uji KIR dan Pembuatan SIM Gratis

  • Whatsapp
IndoBRITA, Manado – Pemerintah pusat memberikan kesempatan bagi pengendara taksi online di Sulawesi Utara yang belum ikut pengujian KIR untuk segera melakukan uji tersebut. Mumpung saat ini program dari
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI ini lagi tidak dipungut biaya alias gratis.
Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Utara Lynda Watania memberikan apresiasi terhadap program pemerintah pusat itu.
“Sangat bersyukur Sulut masuk dalam program pemerintah pusat. Untuk itu, kesempatan ini jangan disia-siakan,” kata Watania.
Selain pengujian KIR, program pusat yang berlangsung dari tanggal 23-29 Maret 2018 itu juga digratiskan untuk pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM).
Sebelumnya, Sabtu (24/03/2018) bertempat di Kantor Uji Kendaraan Dinas Perhubungan, yang ada di Kairagi Manado, telah dilaksanakan Program Aksi Keselamatan Perhubungan Darat pelaksanaan Uji Berkala Kendaraan Bermotor Umum. Kegiatan itu dihadiri langsung Inspektur I Inspektoral Jendral (Irjen) Kementrian Perhubungan Darat, Anto Julianto.
“Ini merupakan program nasional pemerintah, yang bentuknya terbagi dua diantaranya peningkatan SIM A kolektif gratis untuk pengemudi angkutan umum dan pembuatan KIR untuk angkutan umum dengan kuota masing-masing 400-an (Total 800) yang dibagi 3 kelompok,” terangnya.
Ia menambahkan dari 400 kuota pengujian KIR) itu terbagi atas tiga kelompok, yakni 200 untuk angkutan sewa khusus, 100 untuk taksi dan 100 angkutan lainnya.
“Kami mengharapkan program ini menjadi penyemangat. Ya, pengemudi harus peduli serius dengan keselamatan, dan setelah ini (program) jangan berhenti nanti akan didorong oleh Dinas Perhubungan di daerah terkait dengan kampanye-kampanye di Sulut nanti akan bekerja sama dengan Dinas dan Balai,” ungkapnya.
Adapun program tersebut juga selain dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Utara (total 8 Provinsi/Kabupaten Kota), 7 lainnya dilaksanakan di Medan, Palembang, Jogjakarta, Surabaya, Makassar, Palu, dan Banjarmasin.
“Ini benar-benar kami fokus kampanyekan demi keselamatan dan keemanan kendaraan umum. Nantinya untuk penambahan fasilitas-fasilitas lainnya juga kita mungkin bisa bantu sebetulnya namun sementara ini kita fokus yang aksi sekarang ini dulu,” tandas Julianto.
Di tempat yang sama, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XXII Kementerian Perhubungan di Sulut, Sigit Mintarso soal penganggarannya sesuai subsidi prosedurnya untuk SIM dibantu dalam tes kesahatan, tes simulator dan PNBP penerbitan SIM dan untuk KIR, sesuai dengan biaya retribusi sesuai kelas/tarif kendaraan yang diatur dalam retribusi Perda.
“Sampai dapat buku uji untuk KIR, dan SIM juga tapi harus di uji juga pake simulator kalau tidak lulus yaa harus diulang lagi,” ungkap Sigit.(sco)
Baca juga:  Jabat Kepala Distanak Sulut, Wowiling Janji Tiap Bulan Tidur di Desa

Pos terkait