BNN Kota Manado Gelar Pembinaan P4GN pada Guru-guru se-Kota Manado

  • Whatsapp
pembinaan fasilitator pendidikan tentang implementasi kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan Pendidikan

IndoBRITA, Manado— BNN Kota Manado kembali melaksanakan pembinaan fasilitator pendidikan tentang implementasi kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan Pendidikan. Dimana peserta yang hadir terdiri dari guru BK, Guru Agama dan Guru UKS dari SMP/MTs  se-Kota Manado. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Sahid Teling, Rabu (28/03/208).

Kepala BNN Kota Manado AKBP Eliasar Sopacoly menyampaikan, fasilitator anti narkoba di lingkungan pendidikan harus bisa menjadi motivator anak didiknya, agar berprestasi tanpa narkoba. Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Bahaya Narkoba harus berulang ulang disampaikan, apalagi ditambah dengan pemaparan kasus-kasus narkoba yang terjadi guna memberikan warning bahaya narkoba lebih efektif kepada siswanya.

Bacaan Lainnya

“Peran pendidik atau guru dalam P4GN sangat penting, karena setiap hari kerja dapat memberikan edukasi anti narkoba kepada anak didiknya. Selain itu bagaimana peran guru ini dapat membantu proses rehabilitasi apabila siswanya terindikasi penyalahgunaan narkoba,” kata Sopacoly.

Dijelaskan Sopacoly, sekarang banyak remaja dan pemuda kedapatan menyalahgunakan obat keras daftar G dan Obat Ilegal yaitu Tramadol, Trihexyphenidyl, dan Somadril. Dampak dan bahaya penyalahgunaan obat obat ini dapat berakibat kerusakan saraf, bisa menjadi gila bahkan kematian.

Baca juga:  Bila Laporan ke London Tak Sesuai Ketentuan, Empat Legislator Manado Bersedia Tanggungjawab

Lalu bagaimana cara mengenali gejala penyalahguna obat obat keras dan obat ilegal yaitu?. Nah, perhatikan penampilan fisik orang tersebut yaitu pupil mata seseorang yang sedang mabuk obat akan menyempit. Orang tersebut pun akan tampak letih atau mengantuk. Ia tetap mencoba melanjutkan perbincangan atau berbicara ngawur

“Kemudian cek perubahan mendadak pada badan dan pola tidur orang tersebut. Seorang penyalahguna obat keras mungkin akan memiliki pola dan selera makan yang terganggu. Frekuensi makannya akan menurun drastis, diikuti penurunan berat badan secara besar-besaran,” ucap Sopacoly.

Ia menambahkan selain itu strategi pencegahan narkoba di lingkungan sekolah yaitu pemberian informasi dampak dan bahaya Narkoba kepada siswa secara rutin. Kemudian implementasi kebijakan tentang P4GN secara efektif.

“Membuat buku kontrol untuk siswa yang bermasalah atau terindikasi penyalahguna narkoba. Mendidik siswa untuk memiliki kemampuan untuk menolak tawaran atau ajakan penyalahgunaan narkoba. Meningkatkan fungsi pengawasan di lingkungan sekolah dengan membuat pemetaan kerawanan sekolah,” jelasnya.

Sementara itu Kepala BNNP Sulut Brigjen Pol Charles H Ngili, menyampaikan bahwa upaya pencegahan berbasis lingkungan pendidikan adalah pendidikan yang menanamkan karakter anti narkoba sejak dini yang dapat menjadi bekal seumur hidup.

Baca juga:  BNN Kota Manado Gelar Rakor Tingkat Kota Bersama Dinas Terkait 

“Hampir seluruh kartel narkoba di dunia memasok narkoba ke Indonesia terutama yang berasal negara-negara asia. Untuk non narkotika, banyak disalahgunakan di provinsi sulut, dan yang paling banyak menyalahgunakan adalah usia anak-anak dan remaja. Untuk itu peran bapak dan ibu guru untuk menyelamatkan generasi masa depan Indonesia. Satu generasi saja hilang akibat narkoba maka negara indonesia akan hancur,” jelas Ngili.

Kasi Rehabilitasi BNN Kota Manado dr Gregory Tobing, menyampaikan konseling bagi anak remaja penyalahguna/pecandu narkoba, menggunakan Konseling Terpadu (KT). Guru memberikan bantuan dengan menggunakan beragam pendekatan konseling dan memberdayakan klien terhadap lingkungan sosial agar klien segera menjadi pulih secara mental dan sosial.

“Ragam pendekatan konseling yang diterapkan pada KT yaitu, konseling individual, bimbingan kelompok dan konseling keluarga,” jelasnya.

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Manado Diane SM Kawatu, mengatakan rencana aksi P4GN di lingkungan sekolah.

“Dalam paparannya rencana aksi ini akan diintegrasikan dengan aktivitas intrakurikuler maupun ekstrakurikuler di Sekolah, sehingga aktivitas P4GN di sekolah dapat dilakukan secara optimal. Kedepan diharapkan para guru BK dan Guru UKS akan menjadi pelopor anti narkoba sekaligus fasilitator pencegahan Narkoba dengan memberdayakan peran pelajar dalam melakukan aktivitas P4GN berbasis Sekolah,” jelasnya. (hng)

Pos terkait