Satu Sekolah di Sangihe Masih Terapkan UNBKP

  • Whatsapp
Foto bersama dalam pembukaan UNBK hari pertama.(foto: ist)

indoBRITA, Sangihe – Ujian Nasional Berbasis Kertas Pensil (UNBKP) masih diterapkan di salah satu dari 9 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Sangihe.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sangihe Max Tielung ketika dikonfirmasi, Selasa (4/4/18).

Bacaan Lainnya

“Jumlah siswa SMK peserta ujian keseluruhan ada 697 siswa. Dan yang terdaftar sebagai peserta UNBK hanya 628 orang sedangkan peserta UNKP 69 siswa. Satu sekolah belum melaksanakan UN dikarenakan sekolah itu masih baru dan belum memiliki kelas XII,” jelas Tielung ketika memantau pelaksanaan UNBK di SMK N 1 Tahuna.

Lanjutnya, khusus SMK Baramuli Tamako yang melaksanakan UNBKP, hasil ujiannya dikirim sesudah pelaksanaan ujian dan melihat berbagai persiapan pelajaran cabang dinas pendidikan Sangihe optimis untuk UNBK 2018 tingkat kelulusan 100 persen.

Baca juga:  Sah, 11 Pasutri di Kecamatan Tamako Kantongi Buku Nikah

“Kalau target kami jika melihat dari persentasi selama satu tahun pelajaran 2017/2018 maka dapat dilihat bisa 100 persen dari hasil USBN yang belum lama ini dilaksanakan. Dan ini merupakan kerja keras dari guru-guru dan kepala sekolah serta cabang dinas, pemerintah kabupaten dan pengurus komite,” ujarnya.

Bahkan untuk pelaksanaan UNBK beber Tielung, pihaknya bekerjasama dengan Polres Sangihe dan satuan pendidikan.

“Saya berharap peserta ujian dapat mengerjakan soal dengan baik terlebih menjaga kesehatan sebab prestasi penting tetapi kejujuran yang utama,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SMK N 1 Tahuna SJ Damura optimis kelulusan pada UNBK mencapai 100 persen.
Dijelaskan, ada 224 peserta didik SMK N 1 Tahuna yang tercatat sebagai peserta UNBK 2018.
Ujian yang dilaksanakan 2 sampai 5 April 2018 terdiri dari 4 mata pelajaran meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan mata pelajaran kejuruan.

“Persiapan sudah matang dilakukan melalui simulasi, pengayaan, persiapan sinkronisasi fasilitas yang akan digunakan. Sehingga saya optimis peserta didik SMK N 1 Tahuna akan lulus 100 persen,” bebernya

Baca juga:  110 Kapitalaung Resmi Dilantik

Ditambahkan kepsek, dari 224 peserta didik SMK N 1 Tahuna yang mengikuti UNBK, 1 peserta didik tidak bisa ikut ujian karena sakit.

“Ada 1 siswa yang tidak bisa ikut ujian karena kecelakaan sehingga harus dirawat di rumah sakit Manado. Dan bersangkutan nanti bisa diikutkan pada ujian susulan nanti,” jelasnya.

Terpisah Kepsek SMK N 2 Tahuna A Turang mengakui meski baru kali ini sekolahnya bergabung dalam UNBK namun dirinya optimis peserta didiknya akan lulus 100 persen.

“Jumlah peserta didik SMK N 2 Tahuna yang ikut UNBK berjumlah 129 orang tersebar di 6 kompetensi keahlian. Dan baru tahun ini kami ikut UNBK karena keterbatasan fasilitas penunjang. Saya juga memberikan apresiasi kepada Kepsek SMK 1 Tahuna dimana boleh mengizinkan SMK N 2 Tahuna bergabung bersama untuk mengikuti UNBK di SMK N 1 Tahuna,” tutupnya. (nty)

Pos terkait