Menu

Terbukti KDRT, Oknum ASN Kemenkumham Sulut Divonis 1 Tahun Penjara

  Dibaca : 206 kali
Terbukti KDRT, Oknum ASN Kemenkumham Sulut Divonis 1 Tahun Penjara
PN Manado foto (ist)

IndoBRITA, Manado—Terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 49 huruf a UU 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), terdakwa RSEP alias Ryan divonis 1 tahun penjara Majelis Hakim PN (Pengadilan Negeri) Manado, Rabu (11/04/2018).

Majelis Hakim yang diketuai Donald Malubaya mempidanakan Ryan atas aksi KDRT yang dilakukan terdakwa sejak tahun 2012. Dimana, sejak tahun tersebut, terdakwa menelantarkan korban Mariani Pontoh, yang tak lain adalah istri terdakwa dan kedua buah hati hasil perkawinan mereka.

Dalam dakwaan, bahwa perbuatan tidak terpuji terdakwa terjadi sejak Bulan September 2016 di Perumahan Star Of Singkil, di Kelurahan Singkil Dua, Lingkungan 3, Kecamatan Singkil, Kota Manado. Terdakwa yang juga adalah oknum ASN (Aparatur Sipil Negara) di Kemenkumham Sulut tersebut, sudah tidak lagi memberikan nafkah lahir dan batin baik terhadap istrinya dan dua anak mereka.

Baca juga:  Polda Sebut Penetapan Tersangka Salindeho Sah Menurut Hukum

Rupanya, aksi terdakwa bukan hanya dimulai September 2016 saja. Terkuak dalam fakta persidangan, bahwa perbuatan terdakwa sebenarnya dimulai sejak Juni 2012.

Berawal, saat terdakwa bertugas di Tagulandang, Sitaro. Saat masih bersama korban, terdakwa kemudian menyuruh istrinya menetap di Manado untuk mengurus kedua anak mereka yang tengah bersekolah. Tapi apa lacur, sejak istri bersama anak di Manado, terdakwa telah melupakan kewajibannya. Bukan hanya tidak mengunjungi istri dan anak-anaknya, terdakwa tidak lagi memberikan nafkah baik istri dan anak-anak selama berada di Manado.

“Terdakwa pernah memang memberikan 1 juta rupiah kepada kami tahun 2016, tapi setelah ditelusuri uang itu adalah pinjaman dari Bank,” beber Mariani. Mirisnya, korban akhirnya harus membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Baca juga:  Untuk Beli Lahan, Pemkot Siapkan Anggaran Rp30 Miliar

Akan halnya dengan itu, tak tahan dengan kelakuan terdakwa, korban akhirnya melaporkan ke pihak berwajib agar terdakwa mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Rupanya, terdakwa sendiri tidak ditahan kendati telah melakukan tindak pidana sejak tahap penyidikan. Hal tersebut diakui JPU (Jaksa Penuntut Umum) Remblis Lawendatu, usai persidangan kepada awak media.

“Benar, terdakwa memang tidak ditahan,” kata dia.

Sementara itu, soal putusan majelis hakim yang berbanding setengah dengan tuntutan, Lawendatu belum menentukan sikap.

“Tuntutan 2 tahun dan putusan tadi 1 tahun, kami masih pikir-pikir,” pungkasnya.(hng)

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional